DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 19:05 WIB

Aktivis '98 Bikin Puisi Kaitkan Cendana dengan People Power

Elza Astari Retaduari - detikNews
Aktivis 98 Bikin Puisi Kaitkan Cendana dengan People Power Aktivis '98 (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Aktivis '98 membuat puisi tentang people power yang digaungkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini. Puisi tersebut mengaitkan keluarga Cendana dengan rencana people power dalam rangka pengumuman hasil Pemilu 2019.

"Dugaan kita, Cendana di balik capres 02. Demikian juga gerakan penolakan hasil Pemilu 2019, bisa dilihat dari video yang dibuat oleh Titiek Soeharto," ujar salah satu aktivis '98, Benny Rhamdani, kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Video Titiek Soeharto memang beredar di media sosial. Putri Presiden RI ke-2 itu mengajak para pendukung Prabowo-Sandiaga menggelar aksi pada 20-22 Mei 2019 terkait pengumuman pemenang Pemilu 2019 oleh KPU.

Adapun puisi yang dibuat Benny itu dibacakan dalam acara aktivis '98 di Graha Pena 98, Kemang Utara, Jakarta Selatan, siang tadi. Benny membacakan langsung puisi berjudul 'Puisi Pesan untuk Cendana: Kami Mimpi Buruk bagi Kalian' tersebut.

"Jangan gertak rakyat dengan ancaman People Power mu. Memangnya kalian siapa? Memangnya kalian punya pengalaman apa? Kecuali kudeta berdarah terhadap Kekuasaan yang sah-Soekarno, Sang Proklamator Bangsa," demikian kutipan puisi yang dibacakan Benny.


Benny juga memberikan pernyataan tertulis aktivis '98 terkait rencana aksi para pendukung Prabowo-Sandiaga pada 22 Mei atau yang dikenal dengan istilah people power. Pernyataan tersebut dibuat atas nama juru bicara aktivis '98, yaitu Sayed Junaidi Rizaldi, Wahab Talaohu, dan Hengkri Irawan.

Aktivis '98 menyoroti perubahan istilah dari people power menjadi gerakan kedaulatan rakyat. Menurut mereka, dua istilah itu memiliki makna konten yang sama dengan menggunakan agama sebagai kedok dan cenderung menghasut rakyat dan sama-sama inkonstitusional. Aktivis '98 sebenarnya punya rencana untuk mengawal proses pengumuman hasil Pemilu 2019 di KPU.

"Kami para aktivis 98 yang tergabung dalam Rembuk Nasional Aktivis 98 (RNA 98) sejak Kamis, 16 Mei 2019, telah menyatakan tekad untuk mengawal demokrasi. RNA 98 akan mewujudkan tekad tersebut dengan menggelar aksi menginap di KPU RI pada 21-22 Mei 2019. Aksi menginap untuk mengawal demokrasi yang sedang diemban oleh KPU RI tersebut melibatkan 5.000 aktivis 98 yang datang dari 34 provinsi se-Indonesia," demikian pernyataan aktivis '98.

Tujuan aksi para aktivis ini disebut untuk mengawal demokrasi dan menegakkan marwah UUD 1945. Aktivis '98 pun memberikan dukungan kepada KPU sebagai institusi penyelenggara pemilu yang dilindungi oleh konstitusi.

Aktivis '98 Bikin Puisi Kaitkan Cendana dengan People PowerBenny Rhamdani (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)

"Tujuan dari aksi RNA 98 mengawal demokrasi tersebut adalah untuk menegakkan marwah UUD 1945 sebagai konstitusi dasar yang pada hari ini tengah dirongrong oleh kelompok 'gerakan nasional kedaulatan rakyat/people power'. Mereka menggunakan idiom-idiom politik kerakyatan, namun menafikan KPU RI sebagai salah satu institusi demokrasi hasil gerakan Reformasi 98," jelas aktivis '98.

"Hal itu dicerminkan dari tuduhan mengada-ada, bahwa KPU RI telah berbuat curang, dan bermacam hoax yang disebar untuk mendelegitimasi KPU RI. Aksi RNA 98 mengawal demokrasi merupakan manifestasi dari menjaga marwah UUD 1945 dari gerakan kelompok yang sedang berupaya makar terhadap Pemerintahan RI yang sah, yaitu kelompok 'g-n-k-r/people power'. Pernyataan Titiek Soeharto tentang rencana aksi di depan KPU, dalam video yang beredar baru-baru ini, kian memperjelas bahwa Cendana berada di balik upaya aksi makar," sambungnya.

Aktivis '98 menyebut isu people power ini mirip dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Untuk itu, aktivis '98 berencana menggelar aksi bertajuk 'Kawal Demokrasi, Jaga Suara Rakyat' dengan menginap di KPU. Namun Aktivis '98 menyebut rencana itu belum mendapat restu dari petahana presiden Jokowi.

"Modus people power ala Cendana saat ini mirip dengan peristiwa kerusuhan Mei 98. Pada Mei 98 kerusuhan dibuat Cendana demi menjaga kekuasaan, dan pada 2019, kerusuhan akan dibuat demi mengkudeta kekuasaan," sebutnya.

"Rencana aksi RNA 98 belum bisa dilaksanakan, karena melalui komunikasi dengan Bapak Presiden RI Ir H Joko Widodo hari ini, RNA 98 mendapat arahan agar tidak menurunkan massa. RNA 98 diminta menyerahkan semuanya pada mekanisme konstitusi. Sejak awal kami telah berjuang bersama Presiden Jokowi yang kami anggap sebagai anak kandung reformasi. Untuk itu, RNA 98 sedang siaga I. Bertahan di tempat masing-masing, sambil menunggu arahan selanjutnya untuk siap turun bila situasi mendesak," tambah aktivis '98.


Berikut puisi aktivis '98 karya Benny Rhamdani:

Puisi Pesan Untuk Cendana: Kami Mimpi Buruk Bagi Kalian

Jangan Gertak Rakyat dengan ancaman People Power mu...
Memangnya kalian siapa?
Memangnya kalian punya pengalaman apa?
Kecuali Kudeta berdarah terhadap Kekuasaan yang sah-Soekarno, Sang Proklamator Bangsa.

Jangan pernah gertak Rakyat dengan People Power mu...
Memangnya kalian siapa?
Memangnya kalian punya sejarah besar apa?
Buku mana yang dalam halamannya mencatat kalian adalah pejuang?

Kalian adalah orang-orang kalap karena kelaparan atas kekuasaan,
Kalian adalah orang-orang kalah yang tidak mau mengakui kekalahan,
Kalian adalah yang di tahun 98 kami kalahkan dan tumbangkan,

Demi Kekuasaan,
Kalian katakan Pemilu Curang.
Demi Kekuasaan,
Kalian bersekutu dengan kelompok radikal kanan,
Demi Kekuasaan,
Kalian halalkan segala cara untuk menang,
Demi Kekuasaan,
Kalian pimpin pemberontakan dengan alasan demi Kedaulatan,

Jangan Gertak Rakyat dengan People Power Kalian,
Memangnya kalian siapa?
Memangnya kalian punya pengalaman apa?
Kecuali Kudeta Berdarah terhadap Kekuasaan yang Sah-Soekarno Sang Proklamator Bangsa.

Wahai Cendana dan Para Politikus Bajingan,
Kami Aktivis '98 tak akan pernah meninggalkan jalanan.
Kami Aktivis '98 adalah mimpi buruk bagi kalian.

Wahai Cendana dan para politikus bajingan,
Jangan pernah bermimpi akan ada jalan bagi kalian,
Kembali ke Istana untuk mengambil alih Tahta Kekuasaan...

Wahai Cendana dan Para Politikus Bajingan,
Kami Aktivis 98, adalah Mimpi Buruk bagi kalian..


Aktivis '98
Graha Pena-20 MEI 2019
di Hari Kebangkitan Nasional.


Simak Juga 'Amien Rais: Petahana dan Rezimnya Takut Bahasa People Power':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed