DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 14:52 WIB

2 Jet Prancis yang Mendarat Darurat di Aceh Balik ke Kapal Induk

Agus Setyadi - detikNews
2 Jet Prancis yang Mendarat Darurat di Aceh Balik ke Kapal Induk Foto: Pesawat tempur Prancis mendarat darurat di Aceh ( dok Lanud SIM )
Banda Aceh - Dua pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis yang mendarat darurat di Aceh sudah kembali ke kapal induk. Pesawat jenis Rafale ini balik setelah diperbaiki tim teknisi.

"Tadi jam 11.03 WIB seluruh pesawat dan helikopter Angkatan Laut Prancis telah meninggalkan Lanud Sultan Iskandar Muda," kata Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Kolonel Pnb Hendro Arief kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Sebelum kembali ke kapal induk Charles De Gaule yang lego jangkar di 75 mil laut barat Aceh, kedua pesawat ini terlebih dulu diperbaiki. Proses perbaikan dilakukan tim teknisi yang berangkat dari kapal induk menggunakan helikopter jenis NH90.



Setelah tujuh teknisi tiba, diketahui kedua pesawat mengalami kerusakan pada hidrolik dan engine oil system. Proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar sejam dan kedua jet tempur itu dinyatakan layak terbang kembali.

"Secara administrasi telah kita cek kelengkapannya baik dari pihak TNI AU, Lanud Sultan Iskandar Muda maupun imigrasi dinyatakan clear. Pesawat dinyatakan baik dan layak terbang, sehingga kami perbolehkan untuk kembali ke base," jelas Hendro.

Seperti diketahui, tujuh pesawat tempur milik angkatan laut Prancis mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Aceh. Pesawat jenis dassault rafale terpaksa mendarat karena cuaca buruk.

Pesawat mendarat darurat di Lanud SIM di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, pada Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 11.45 WIB. Begitu landing, awak pesawat diperiksa personel TNI Angkatan Udara.



"Pendaratan darurat dikarenakan di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100Nm barat Sumatera diselimuti cuaca buruk," beber Danlanud.

Empat pesawat tempur jenis Rafale itu sudah kembali ke kapal induk Charles De Gaule sore tadi sekitar pukul 19.00 WIB. Menurut Hendro, kapal induk tersebut berada sekitar 100 Nautical Mile (NM) dari Indonesia. Wilayah ini masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Mereka bergerak di laut lepas. Tidak masuk wilayah teritorial Indonesia," ungkapnya.
(agse/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed