DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 13:57 WIB

Aktivis di Riau Lanjutkan Kamping Protes Habitat Gajah Jadi Jalan Lingkar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Aktivis di Riau Lanjutkan Kamping Protes Habitat Gajah Jadi Jalan Lingkar Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro/
Pekanbaru - Para aktivis lingkungan dari berbagai organisasi di Riau menggelar aksi kamping di jalan lingkar di Kota Duri. Mereka memprotes terganggunya habibat gajah liar karena pembangunan jalan lingkar.

Para aktivis ini sudah melakukan aksi penolakan jalan lingkar di Kota Duri sejak Minggu (19/5) malam. Pegiat lingkungan ini sengaja kamping di tengah badan jalan sebagai bentuk protes ke Pemkab Bengkalis yang dinilai tidak peduli dengan lingkungan.

"Sejak tadi malam kami melakukan kamping di lokasi ini. Namun siang ini, kami membubarkan diri," kata aktivis lingkungan dari Rimba Satwa Foundation (RSF) Zulfahmi, Senin (20/5/2019).





Husni menjelaskan, pagi tadi para aktivis berkumpul di tengah badan jalan lingkar yang akan membelah hutan Suaka Margasatwa Balai Raja. Aksi para pecinta lingkungan ini sempat menyita pihak kontraktor jalan lingkar.

"Kami sempat didatangi pihak kontraktor di lapangan. Kita menyampaikan bahwa pembangunan jalan lingkar ini akan membelah hutan suaka margasatwa," kata Husni.

Proyek lingkar jalan tetap dilanjutkan di tengah aksi protes aktivis.

"Jalan lingkar di Kota Duri sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan dan kami dukung itu," kata Husni.



Walau aktivis mendukung pembangunan jalan lingkar, sambung Husni, pemerintah harus memikirkan solusi bagi satwa yang ada selama ini di suaka margasatwa Balai Raja. Di lokasi hutan yang tersisa hanya 250 hektare dari luas ribuan hektare, hidup sejumlah satwa langka.

Di Balai Raja dikenal sebagai kawasan habitat gajah. Selain itu juga dikenal sebagai tempat hidupnya beruang madu, tapir dan kucing hutan. Dulunya, di kawasan ini ada kelompok gajah sekitar 25 ekor.




"Sekarang sejak ada proyek ini, sisa gajah yang terlihat hanya 6 ekor saja. Kondisi ini disebabkan adanya jalan lingkar. Kami protes ini, dengan harapan pemerintah mencarikan solusi untuk penyelamatan gajah," kata Husni.
(cha/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed