detikNews
Senin 20 Mei 2019, 12:53 WIB

Herman Deru Minta Warga Sumsel Tetap Tenang Tunggu Keputusan KPU

Raja Adil Siregar - detikNews
Herman Deru Minta Warga Sumsel Tetap Tenang Tunggu Keputusan KPU Acara Renungan Pasca-Pemilu di TMP Kota Palembang (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta masyarakat tidak ikut aksi 22 Mei di halaman KPU Pusat di Jakarta. Ia meminta seluruh masyarakat menerima keputusan KPU.

"Kita sepakat bahwa demokrasi adalah konstitusi dan dibuktikan pada 17 April kemarin. Partisipasi sampai 84 persen. Tinggal di 22 Mei nanti, kita menunggu hasil keputusan dari KPU," kata Herman Deru saat menghadiri Renungan Pasca-Pemilu di TMP Kota Palembang, Senin (20/5/2019).


Dikatakan Herman Deru, Pemilu 2019 ini merupakan sejarah baru bagi perpolitikan sejak Indonesia merdeka. Oleh sebab itu, dia berharap tidak ada perpecahan pasca-pemilu digelar yang akan diumumkan pada 22 Mei.

"Ini sejarah baru perpolitikan di Indonesia. Jangan sampai proses yang telah sama-sama disepakati ini ternodai karena tidak puas dengan hasilnya. Sejak awal sudah sepakat pengawasan dilakukan Bawaslu, pelaksanaan oleh KPU. Maka kita tunggu hasilnya, tidak perlu ke Jakarta," katanya.

Semua tokoh sepakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban jelang 22 MeiSemua tokoh sepakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang 22 Mei. (Raja Adil Siregar/detikcom)

Herman Deru mengingatkan masyarakat Bumi Sriwijaya untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh semua bentuk isu yang sengaja diembuskan ke masyarakat.


Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain mengimbau masyarakat agar menunggu pengumuman KPU. Sebagai putra daerah, dia meminta masyarakat terlibat menjaga keamanan pasca-pemilu.

"Kita ingin setelah pemilu tetap tenteram, dan keamanan terjaga. Mari sama-sama kita tunggu keputusan dari KPU. Polisi dan Kodam Sriwijaya menjamin suasana konduktivitas di Sumsel sampai dengan pengumuman pada 22 Mei mendatang," kata dia.


Untuk diketahui, Renungan Pasca-Pemilu dan doa bersama di TMP diikuti semua ulama dan tokoh masyarakat Sumatera Selatan. Semua peserta yang hadir pun kompak untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat menjelang 22 Mei mendatang.

Para tokoh dan ulama meminta seluruh masyarakat tidak mudah percaya pada isu-isu hoax yang marak terjadi di Indonesia. Terutama terkait adu domba karena beda pilihan pada Pilpres 17 April lalu.



Simak Juga "Polisi Tetap Antisipasi Gangguan Lain di Aksi 22 Mei":

[Gambas:Video 20detik]


(ras/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com