DetikNews
Senin 20 Mei 2019, 09:42 WIB

Hendropriyono Siap Pinjamkan Anjing, BPN: Tidak Usah Ikut-Ikutan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Hendropriyono Siap Pinjamkan Anjing, BPN: Tidak Usah Ikut-Ikutan Saleh Daulay (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai tawaran Eks Kepala BIN, AM Hendropriyono, meminjamkan anjing-anjingnya ke aparat jika aksi 22 Mei 2019 benar-benar terjadi dan berjalan brutal tidak diperlukan. BPN meminta Hendropriyono tidak ikut-ikutan mengurusi masalah keamanan.

"Tidak perlu pihak luar. Tidak perlu ada anjing. Kepolisian dan aparat keamanan sudah sangat cukup. Yang lain tidak usah ikut-ikutan," kata juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Menurut Saleh, aparat kepolisian sudah sangat cukup untuk melakukan tugas pengamanan tanpa bantuan dari pihak luar. Ia juga menyentil Hendropriyono yang menurutnya dekat dengan pihak Istana namun tidak memiliki posisi yang jelas dalam memberikan pernyataan.


"Pak Hendro itu kan sipil, sama dengan warga lainnya. Belakangan, banyak pernyataannya yang nadanya seakan masih menjabat. Walau dekat dengan Istana, namun tidak jelas kapasitas dan posisinya ketika memberikan pernyataan, termasuk soal tindakan pengamanan ini," ujarnya.

Pernyataan Hendropriyono itu disebut Saleh seakan merendahkan kemampuan aparat kepolisian. Jika warga sipil diberi kewenangan untuk ikut campur masalah keamanan, politikus PAN itu khawatir warga lain juga akan menawarkan diri dan membuat keadaan menjadi berantakan.

"Lagi pula, pernyataan itu seakan merendahkan kemampuan kepolisian kita. Padahal, sudah terbukti kepolisian sangat profesional dalam menangani urusan penyampaian pendapat dan aspirasi. Kalau warga sipil diberikan kewenangan ikut campur, dikhawatirkan pihak sipil lainnya pun akan menawarkan diri. Ya justru itu yang akan bikin berantakan," ungkapnya.


Sebelumnya, Hendropriyono memamerkan anjing-anjing peliharaannya. Dia mengatakan siap meminjamkan anjing-anjingnya ke aparat keamanan jika aksi 22 Mei 2019 benar-benar ada dan aksi itu ricuh.

"Anjing itu saya punya pribadi. Turun kalau perlu. Habis untuk apa? Saya tidak mau kasih tahu (ada permintaan pinjam anjing dari polisi atau tidak). Kalau diperlukan mengatasi brutal itu," ujar Hendropriyono usai Musyawarah Besar Kaum Muda Indonesia di Gedung Djoeang 48, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).


Simak Juga "Polisi Tetap Antisipasi Gangguan Lain di Aksi 22 Mei":

[Gambas:Video 20detik]


(azr/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed