Ma'ruf Amin soal Aksi 22 Mei: Dugaan Kecurangan Mestinya ke Bawaslu-MK

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 19 Mei 2019 20:27 WIB
Foto: Ma'ruf Amin (Lisye-detikcom)
Jakarta - Gerakan Kedaulatan Rakyat direncanakan akan melakukan aksi di depan KPU dan Bawaslu pada 22 Mei. Cawapres Ma'ruf Amin mengingatkan jika ada dugaan kecurangan, sebaiknya dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Memang sebenarnya kalau soal dugaan kecurangan semestinya menyampaikan kecurangan itu ke Bawaslu atau ke MK. Kan begitu aturan yang sudah ada," kata Ma'ruf di Twin Plaza Slipi, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2018).


Namun demikian, Ma'ruf berharap aksi 22 Mei beragendakan penyampaian dugaan pelanggaran, bukan menolak hasil penghitungan suara. Ia menilai apabila ada kecurangan, sampaikan ke lembaga terkait, bukan melakukan aksi.

"Ya kita harapkan demo itu menyampaikan pelanggaran pemilu, jangan menolak. Yang namanya kecurangan itu disampaikan, bukan berdemo," kata Ma'ruf.


Cawapres nomor urut 01 itu mengimbau kepada peserta aksi agar senantiasa waspada terhadap ancaman terorisme. Menurutnya potensi aksi akan disusupi oleh kelompok tertentu sangat memungkinkan terjadi.

"Ya maka itu harus waspada. Jika ada asumsi seperti itu ada potensi untuk disusupi. Karena itu masyarakat harus waspada," ucap dia. (gbr/gbr)