DetikNews
Minggu 19 Mei 2019, 20:06 WIB

Saat Wali Kota Semarang Makan Sahur Bersama Driver Ojol

Robi Setiawan - detikNews
Saat Wali Kota Semarang Makan Sahur Bersama Driver Ojol Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Hari masih gelap, namun para pengemudi ojek online telah ramai memadati sebuah rumah makan di Jalan Achmad Yani, Kota Semarang. Kali itu mereka memang secara khusus berkumpul untuk mengikuti sahur bersama.

Diselenggarakan oleh salah satu penyedia jasa aplikasi transportasi online terbesar di Indonesia, para pengemudi ojek terlihat sudah mulai berkumpul sejak pukul 02.00 dini hari. Makanan dan minuman pun berdatangan mengisi meja kursi yang telah ditempati.


Berselang satu jam suasana tenang seketika berubah riuh. Seorang pria berjaket hijau khas ojek online tampak masuk terburu - buru karena bergabung agak terlambat. Kedatangannya disambut meriah oleh sekitar 300 pengemudi ojek online yang semula larut bersantap.

Belum juga sempat menempati kursinya, para driver ojol langsung familiar dengan pria yang baru tiba tersebut. Ialah Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang pagi itu ikut mengenakan jaket seragam pengemudi ojek online untuk ikut sahur bersama.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun datang terlambat bukan tanpa alasan. Sebelum bergabung sahur bersama komunitas Driver Go-Jek Semarang pagi itu, dirinya menyempatkan diri melakukan sidak pasokan daging sapi di Kota Semarang.

Tak kurang dari dua titik lokasi didatanginya, yaitu Klinik Hewan Pemerintah Kota Semarang di Jalan Slamet Riyadi, dan Rumah Pemotongan Hewan Kota Semarang di Penggaron.

Dalam sidaknya tersebut Hendi berhasil menghentikan peredaran hati sapi yang didalamnya terdapat cacing.

"Tadi ada satu mobil yang bawa hati sapi ada cacingnya, kami ambil supaya tidak dijual bebas," ungkapnya, Minggu (19/5/2019).

Di sisi lain Hendi juga bercerita bila salah satu fokus inspeksi mendadak yang dilakukannya adalah untuk mengantisipasi peredaran sapi gelonggongan di Kota Semarang.

"Kami cek satu per satu mobil yang membawa daging sapi, semuanya kadar air masih di bawah 80, kalau sampai ada yang lebih dari 80 akan langsung dihentikan," terang Wali Kota Semarang tersebut.


Kebutuhan daging di Kota Semarang sendiri menurut Dinas Pertanian Kota Semarang, rata-rata mencapai 10-11 ton per hari. Kebutuhan tersebut kemudian akan mengalami peningkatan 200-400 persen mendekati Idul Fitri. Untuk itu Hendi merasa perlu untuk memastikan stok daging di Kota Semarang tercukupi.

Sedangkan terkait harga daging sapi di pasaran, Hendi menyakinkan jika ia terus memantaunya agar tidak berdampak pada inflasi di Kota Semarang.

"Untuk harganya juga kami kroscek, dan tidak ada lonjakan harga jelang lebaran, masih aman antara 110 sampai dengan 115 ribu," imbuhnya.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed