DetikNews
Minggu 19 Mei 2019, 16:14 WIB

2 Pesawat Tempur Prancis yang Mendarat Darurat di Aceh Rusak

Agus Setyadi - detikNews
2 Pesawat Tempur Prancis yang Mendarat Darurat di Aceh Rusak Pesawat tempur Prancis mendarat darurat di Aceh (dok Lanud SIM)
Banda Aceh - Satu lagi pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis yang mendarat darurat di Aceh kembali ke kapal induk. Dua pesawat lagi masih di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar.

"Satu (pesawat) sudah kembali ke kapal induk mereka karena seluruh administrasi yang kita minta untuk mereka penuhi sudah dipenuhi," kata kata Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief kepada wartawan di Lanud SIM, Minggu (19/5/2019).




Salah satu pesawat jenis Rafale itu kembali ke kapal induk siang tadi. Sedangkan dua lainnya masih diparkir di Lanud SIM.

Menurut Hendro, dua pesawat belum balik karena salah satu pesawat mengalami troubleshooting atau terjadi kerusakan. Tim teknisi yang dikirim untuk melakukan perbaikan direncanakan tiba hari ini.

"Dua lagi masih (di Lanud karena) ada kerusakan di salah satu pesawatnya sehingga masih menunggu teknisi dari kapal induk untuk datang kemari dan melaksanakan perbaikan di salah satu pesawat tersebut," jelas Hendro.




Seperti diketahui, tujuh pesawat tempur milik angkatan laut Prancis mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Aceh. Pesawat jenis Dassault Rafale itu terpaksa mendarat karena cuaca buruk.

Pesawat mendarat darurat di Lanud SIM di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, pada Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 11.45 WIB. Begitu mendarat, awak pesawat diperiksa personel TNI Angkatan Udara.

"Pendaratan darurat dikarenakan di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100Nm barat Sumatera diselimuti cuaca buruk," beber Danlanud.




Empat pesawat tempur jenis Rafale itu sudah kembali ke kapal induk Charles De Gaule sore tadi sekitar pukul 19.00 WIB. Menurut Hendro, kapal induk tersebut berada sekitar 100 Nautical Mile (NM) dari Indonesia. Wilayah ini masuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Mereka bergerak di laut lepas. Tidak masuk wilayah teritorial Indonesia," ungkapnya.
(agse/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed