DetikNews
Minggu 19 Mei 2019, 08:11 WIB

Tanggapi Andi Arief, TKN Yakin People Power Tak Terjadi di Era Jokowi

Faiq Hidayat - detikNews
Tanggapi Andi Arief, TKN Yakin People Power Tak Terjadi di Era Jokowi Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom
Jakarta - Aktivis 1998 yang kini menjadi politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyebut cuma terjadi sekali saat era reformasi 1998. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyebut angkatan 1966 juga mengklaim pernah terjadi people power.

"Soal Andi Arief mengatakan bahwa people power itu dalam sejarah Indonesia terjadi pada tahun 1998, bisa jadi benar karena mungkin dialah yang ikut terlibat dalam gerakan tersebut. Tapi bagi angkatan 1966, ada juga yang mengklaim peristiwa itu merupakan people power untuk menggulingkan orde lama. Tergantung dari sudut mana kita melihatnya," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Sabtu (18/5/2019).

"Yang jelas, kedua rezim tersebut jatuh disebabkan karena konstitusinya memungkinkan bagi terbentuknya kekuasaan politik yang otoriter dan tidak ada pembatasan kekuasaan," lanjut dia.



Menurut Ace, people power adalah gerakan massa yang dilakukan atas inisiatif warga negara untuk menggulingkan kekuasaan politik yang otoriter, sewenang-wenang dan kekuasaannya tidak dibatasi. Tapi people power sulit dilakukan pada pemerintahan yang demokratis.

"Poeple power itu sulit untuk dilakukan dalam pemerintahan yang demokratis. Kekuasaan yang demokratis itu tercermin dari konstitusinya," ujar dia.

Pasca reformasi, Politikus Golkar itu menyebut konstitusi yang dimikili demokratis. Contohnya, menempatkan warga negara sebagai sumber utama kedaulatan, adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan, pembatasan dan pemisahan kekuasaan (trias politika), adanya kontrol dan keseimbangan lembaga-lembaga pemerintahan; dan adanya pemilihan umum sebagai mekanisme peralihan kekuasaan.

"Jadi, dalam konteks negara demokratis seperti Indonesia yang demokratis ini, peralihan atau sirkulasi kekuasaan telah diatur dalam konstitusi kita. People power dalam pengertian bahwa rakyat menentukan pilihannya sesuai dengan konstitusi adalah pada pemilihan presiden langsung yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 yang lalu. Itu merupakan pengejawantahan kedaulatan rakyat," jelas Ace.



Selain itu, Ace berharap seluruh pihak harus menghormati pilihan rakyat pada pemilu 2019. People power yang konstitusional dilakukan melalui pemilu.

"Siapapun harus menghormati pilihan rakyat itu. Pemilu itu ya hakikatnya merupakan people power yang konstitusional. Apalagi Pilpres 2019 ini diikuti oleh 81% angka partisipasinya," tuturnya.

Andi Arief sebelumnya menyebut people power cuma terjadi sekali dalam sejarah Indonesia, yakni saat era reformasi 1998. Dia menyebutkan people power saat itu bukan amuk massa melainkan gerakan damai.

"People power itu cuma pernah sekali terjadi di Indonesia, bulan November 1998 saat MPR menolak pertanggungjawaban Habibie. Gerakan damai itu pun akumulasi gerakan sejak 1980-an," kata Andi kepada wartawan, Sabtu (18/5).



Simak Juga 'Beda Pendapat BPN dan TKN soal People Power':

[Gambas:Video 20detik]

Tanggapi Andi Arief, TKN Yakin People Power Tak Terjadi di Era Jokowi

(fai/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed