DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 17:59 WIB

Takut Dipecat, Ketua F-PDIP DPRD Bali dan Rekannya Sepakat Damai

Aditya Mardiastuti - detikNews
Takut Dipecat, Ketua F-PDIP DPRD Bali dan Rekannya Sepakat Damai Dua politikus PDIP I Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai berdamai. (Dok Istimewa)
Denpasar - Dua politikus PDIP I Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai akhirnya sepakat berdamai setelah terlibat pemukulan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bali. Itu dilakukan keduanya setelah Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster mengeluarkan ancaman pemecatan sebagai anggota DPRD Bali lewat Pergantian Antar Waktu (PAW).

Proses mediasi kedua politikus PDIP itu berlangsung Jumat (17/5) di Kantor DPD PDIP Provinsi Bali. Koster mengatakan keduanya sudah dipanggil untuk menandatangani surat pernyataan tentang kesepakatan damai dan ancaman sanksi jika Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali I Kadek Diana dan Dewa Rai tidak mencabut laporan ke polisi.

"Jadi keduanya Kadek Diana dan Dewa Rai sudah saya panggil menandatangani pernyataan berkelakuan baik. Artinya dia harus berkelakuan baik ini, yang kemarin kan tidak baik, dan itu tidak boleh terulang lagi," kata Koster, Sabtu (18/5/2019).



Koster mengatakan usai mediasi itu, Dewa Rai juga sudah mencabut laporannya ke polisi. Dia mengingatkan anggotanya agar tak lagi ribut atau berkelahi di hadapan publik.

"Dia harus taat kalau tidak di PAW, mau nggak di-PAW pada takut semua. Dewa Rai juga mencabut laporan. Kemudian, tidak boleh lagi ribut gitu, supaya kalau ada hal-hal yang berbeda bicarakan secara internal, tidak umbar pamer ke publik. Malu jadi anggota terhormat kok nggak terhormat," ucapnya.

Dia pun mengingatkan para kadernya agar tak melakukan hal serupa. Koster menyebut tak ada lagi ampun untuk perseteruan antarkader di depan publik.



"Jadi saya minta itu agar tidak diulangi lagi dan harus taat. Kalau terjadi lagi akan langsung di-PAW," tegasnya.

Dihubungi terpisah, Dewa Rai membenarkan soal pencabutan laporan ke polisi. Dia menyebut itu dilakukannya untuk mementingkan kepentingan partai.

"Di Polda Bali mencabut laporan bersama lima lawyer, karena lebih mementingkan partai daripada personal," kata Dewa Rai sambil mengirimkan fotonya bersama tim pengacara di Polda Bali.



Dalam surat pernyataan yang diteken Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai, keduanya mengakui telah terjadi perkelahian tanding pada Selasa (14/5) pukul 10.00 Wita di Ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Provinsi Bali. Keduanya mengakui atas perbuatan itu telah mencoreng nama baik PDIP.

Lewat surat itu, keduanya sepakat mencabut laporan di polisi dan tidak akan mengulangi tindakan-tindakan yang merusak nama baik dan kehormatan partai.

"Kedua belah pihak siap dipecat sebagai anggota dan kader partai serta dikenakan pergantian antar waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Provinsi Bali apabila melanggar kesepakatan dan hal-hal tersebut," demikian petikan surat pernyataan yang diteken Kadek Diana dan Dewa Rai.

Sebelumnya, Kadek Diana telah lebih dulu mencabut laporan polisi pada Kamis (16/5). Kadek Diana mengaku mencabut laporan karena mendapat instruksi baik lisan maupun tertulis dari Ketua DPD PDIP Wayan Koster.

"Saya hari ini cabut laporan, karena selaku kader partai saya taat dan tunduk pada perintah dan instruksi partai. Alasan utama kita satu keluarga, satu partai," kata Diana di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (16/5).
(ams/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed