RI Berikan Bantuan untuk Pengungsi Suriah di Lebanon

RI Berikan Bantuan untuk Pengungsi Suriah di Lebanon

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 18 Mei 2019 11:46 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Relawan kemanusiaan dari Golden Future Foundation (GFF/Bandung) didampingi Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari memberikan sumbangan kemanusiaan kepada pengungsi Suriah yang berada di Saida, Lebanon Selatan. Sumbangan yang diberikan berupa bantuan makanan.

Berdasarkan rilis dari KBRI Beirut, sumbangan tersebut disampaikan usai salat Jumat (17/05) kemarin. Melalui kerja sama dan koordinasi KBRI Beirut dengan Kementerian Negara Urusan Pengungsi dan Palang Merah Lebanon, Golden Future Foundation menyiapkan 770 kotak dus berisi bahan makanan, seperti beras, minyak, dan gula, serta mendistribusikannya secara langsung kepada para pengungsi.

Dubes RI untuk Lebanon Hajriyanto Thohari, mengatakan kegiatan tersebut selain memberi bantuan secara langsung, juga turut mengharumkan nama Indonesia di Lebanon. Sebagai bangsa yang besar, tentunya Indonesia perlu memberikan kontribusi nyata bagi dunia.

Lebih lanjut, Dubes Hajriyanto juga mengimbau kepada lembaga-lembaga sosial kemanusiaan untuk turut memberikan perhatian dan kepedulian kepada para pengungsi di Lebanon yang jumlahnya hampir mencapai 2 juta orang, yaitu sekitar 1,4 juta pengungsi asal Suriah dan sekitar 500 ribu berasal dari Palestina.

Lina Naous, Executive Manager pada Kementerian Negara Urusan Pengungsi yang menjadi pihak yang membantu teknis penyaluran sumbangan menyampaian apresisasinya yang tinggi atas kontribusi bangsa Indonesia dalam pemberian sumbangan tersebut.

Lina menambahkan, 70 persen dari jumlah sumbangan diberikan kepada para pengungsi Suriah. Sementara 30 persen dari sumbangan tersebut diberikan untuk penduduk Lebanon yang membutuhkan yang berada di sekitar lokasi pengungsi. Hal itu dilakukan untuk meredam adanya kecemburuan sosial.

Lina menyebut keberadaan hampir 2 juta pengungsi di Lebanon tersebut sangat membebani perekonomian Lebanon. Sehingga Pemerintah Lebanon, khususnya melalui Kementerian Urusan Pengungsi, berupaya keras agar para pengungsi tersebut segera dapat kembali ke negara asalnya. Namun, permasalahan pengungsi tersebut terus berlarut dan belum mendapatkan jalan keluar terbaik.

Meskipun panas matahari sedang menyengat, para pengungsi rela mengantri dengan sabar menunggu giliran mengambil bagiannya. Terlihat raut muka kegembiraan saat mereka memanggul dus berisi bahan makanan itu.

Indonesia memberikan sumbangan kemanusiaan kepada pengungsi Suriah yang berada di Saida, Lebanon Selatan.  Indonesia memberikan sumbangan kemanusiaan kepada pengungsi Suriah yang berada di Saida, Lebanon Selatan. Foto: Dok. Istimewa

"Melihat suasana tersebut, Assem Abi Ali, Managing Director di Kementerian Urusan Pengungsi berseloroh, 'para penerima sumbangan dan para pembawa sumbangan sama-sama tersenyum bahagia'," kata rilis KBRI Beirut.

Prosesi penyaluran sumbangan tersebut berjalan dengan lancar berkat pengaturan dari para personil Palang Merah Lebanon.

Sementara itu, Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Mohammad Nur Salim, mengatakan selain memberikan sumbangan berupa bahan makanan pokok, Golden Future Foundation juga telah melakukan observasi lapangan di camp pengungsi Suriah di wilayah Arsal, yang berjarak tempuh 2,5 jam dari kota Beirut.

Hal itu untuk melihat jenis-jenis kebutuhan yang mendesak para pengungsi. Ke depan Golden Future Foundation berencana memberikan bantuan dalam bentuk lainnya seperti pembangunan sanitasi air dan juga bantuan pada saat musim dingin tiba. (yld/idh)