DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 15:07 WIB

KPU Jelaskan Selisih Surat Suara Sah Pilpres-Pileg DPD yang Capai Jutaan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
KPU Jelaskan Selisih Surat Suara Sah Pilpres-Pileg DPD yang Capai Jutaan Foto: Pramono Ubaid Tanthowi (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Perbandingan jumlah surat suara sah Pilpres 2019 dan Pileg DPD di Jawa Tengah yang mencapai jutaan ramai dibahas di media sosial. KPU lalu memberi penjelasan.

Dilihat detikcom, Jumat (17/5/2019), ada netizen yang menyoroti jumlah surat suara sah Pilpres dan DPD yang beda sekitar 5,35 juta. Suara sah pilpres di Jawa Tengah jumlahnya 21,77 juta. Sementara itu, jumlah suara sah DPD untuk provinsi Jateng mencapai 16,42 juta.


Selain itu, perbedaan jumlah surat suara tidak sah untuk dua kategori pemilu itu juga mencolok. Suara tidak sah pilpres di Jawa Tengah hanya 606.514 ribu, sedangkan suara tidak sah untuk DPD mencapai 5,92 juta.

Melalui akun Twitter-nya, komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan perihal perbedaan jumlah suara sah itu. Dia mengunggah data pemilih pilpres dan pileg di beberapa provinsi, salah satunya Jawa Tengah. Berikut data untuk Provinsi Jawa Tengah:


Provinsi Jawa Tengah dengan pemilih 28,31 juta:

Suara sah pilpres: 21,77 juta
Suara tidak sah pilpres: 606.514
Total pemilih: 22,38 juta

Suara sah DPD: 16,42 juta
Suara tidak sah DPD: 5,92 juta
Total pemilih: 22,34 juta

Menurut Pramono, perbedaan suara sah Pilpres dan Pileg DPD juga terjadi di provinsi lain.

"Ada yang menyoal suara sah Pemilu DPD selisih 5,35 juta dengan suara sah Pilpres di Jateng. Selisih juga terjadi di provinsi-provinsi lain. Misal Jatim dan Jabar," cuit Pramono di Twitter. Ketikan Pramono telah disesuaikan.



Bawaslu Tetapkan KPU Langgar Tata Cara Input Situng:

[Gambas:Video 20detik]


Lalu, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Pramono menjelaskan bahwa ada pemilih yang cenderung mencoblos surat suara pilpres, namun mengabaikan surat suara DPD. Itulah duduk perkara selisih suara sah pilpres dan DPD di Jawa Tengah.

"Info dariKPU Provinsi, banyak pemilih biarkan surat suara DPD utuh (tidak dicoblos) atau nyoblos lebih dari satu calon. Maka suara tidak sah besar," kataPramono.
(gbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed