detikNews
Jumat 17 Mei 2019, 14:09 WIB

Jalan Lintas di Tapanuli Tengah Rusak Parah dan Rawan Longsor

Abdi Somat Hutabarat - detikNews
Jalan Lintas di Tapanuli Tengah Rusak Parah dan Rawan Longsor Kondisi jalan rusak di Jalan Lintas Tapteng. (Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom)
Tapanuli Tengah - Infrastruktur di Jalan Lintas Sumatera (Jalinmus) di Tapanuli Tengah-Tarutung rusak parah di beberapa titik. Sejumlah pengendara dan sopir bus yang membawa penumpang arus mudik Idul Fitri 1440 Hijriah diimbau berhati-hati.

Kondisi jalan yang rusak tepatnya di Jalan Nasional Sibolga-Tarutung. Badan jalan amblas terlihat di sekitaran KM 5 dan KM 8,5 Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

Salah seorang pengendara bernama Syarman (42) juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Dia mengingatkan pengendara untuk berhati-hati.

"Sopir yang membawa penumpang asal Kota Sibolga tujuan Medan harus pelan-pelan ketika melintas di daerah Tapteng menuju Kota Tarutung," kata Syarman ketika sedang melintasi Jalinsum, Jumat (17/5/2019).



Menurut dia, kondisi jalan tidak hanya berlubang, tetapi badan jalannya juga sangat kecil sehingga bus besar yang melintas di daerah itu harus ekstra hati-hati. Bahkan saat ini sedang ada pelebaran jalan di kilometer 7 Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis.

Karenanya, truk yang berbodi panjang dan membawa muatan tersebut harus maju mundur untuk melewati tikungan yang rawan. Apalagi, jelas Syarman, di bagian kiri Jalinsum di lokasi Tapteng menuju Tarutung banyak terdapat jurang yang sangat dalam.

"Jalinsum dari Tapteng menuju Tarutung juga banyak yang curam dan terjal, serta terlalu sempit sehingga sopir kewalahan melaluinya," ujar warga yang datang dari Medan menuju Kota Sibolga itu.

Kondisi jalan amblas di Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapteng.Kondisi jalan amblas di Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapteng. (Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom)


Biasanya, Jalinsum dari Sibolga menuju Tarutung dengan panjang jalan 66 Km itu bisa ditempuh selama dua jam. Namun karena jalannya rusak, akhirnya ditempuh tiga jam lebih.

Syarman mengatakan, kerusakan Jalinsum tersebut ditemukan mulai dari daerah Batu Lubang. Dari penuturannya, pengendara sebelum melintasi kawasan Batu Lubang harus membunyikan klakson untuk menghindari kendaraan lain yang masuk dari arah berlawanan.



Kemudian, jalan di daerah Sitahuis juga sempit, berlubang-lubang, dan bergelombang. Sehingga rawan kecelakaan, baik bus, mobil pribadi maupun sepeda motor.

Syarman menambahkan, jalan lainnya yang mengalami rusak parah terdapat di kilometer 4 dari arah Tarutung menuju Kota Sibolga. Setengah badan jalan ambruk sehingga membuat lubang.

"Jalinsum di lokasi tersebut juga sering terjadi longsor, dan jatuhnya tanah yang terdapat di pinggir gunung di daerah kilometer 4 di desa bonan dolok," katanya.

Diwawancarai terpisah, Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Sofyan mengimbau kepada pengendara untuk memperhatikan ruas jalan. Apalagi, kawasan tersebut juga kerap digunakan sebagai jalur mudik.

"Kita mengimbau warga dan pengendara untuk hati-hati melintas di kawasan Desa Bonandolok hingga Sitahuis yang rusak (longsor dan amblas) akibat bencana alam," ujar Sofyan.



Menurut dia, kondisi jalan rusak di sepanjang Jalan Nasional Sibolga-Tarutung terdapat di tiga desa tersebut. Untuk mengantisipasi kerawanan lalu lintas menjelang Idul Fitri 1440 H, Polres Tapteng akan menggelar Operasi Ketupat Toba, yang rencananya dimulai 29 Mei 2019.

"Untuk Operasi Ketupat Toba 2019 ini, kita bersama instansi yang terkait lainnya akan mendirikan posko pengamanan. Lokasinya nanti kita bangun di kawasan Pantai Bosur, karena lokasi ini berada di tengah antara Kecamatan Sibabangun dan Sitahuis," imbuhnya.
(idn/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com