DetikNews
Kamis 16 Mei 2019, 16:22 WIB

Ramadhan di Kota Semarang, Saling Menghormati dan Tenggang Rasa

Nabila Nufianty Putri - detikNews
Ramadhan di Kota Semarang, Saling Menghormati dan Tenggang Rasa Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Wali kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan kesan positif kepada warga Kota Semarang dalam menjalani Bulan Ramadhan. Menurut Hendi, sapaan akrab wali kota, hal-hal positif yang dikerjakan baik dari segi keimanan maupun perhatian terhadap sesama akan menjadi berkah bagi warga Kota Semarang.

"Saya mengucapkan terima kasih, warga Kota Semarang ini sangat menghormati dan tenggang rasanya tinggi." ungkap Hendi, Kamis (16/5/2019).

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti tarawih keliling di Masjid Daarul Arqom Pusponjolo Tengah, Semarang Barat beberapa waktu lalu.

Bila di sosial media dan dunia maya cobaan dan gesekan ideologi berkembang liar melalui berita bohong dan hoaks, namun apa yang terjadi di Kota Semarang tetap adem ayem.

"Semuanya kemudian saling menghormati di bulan Ramadhan, warga yang tidak berpuasa kemudian melihat warga yang berpuasa maka menghormati. Sebaliknya, yang berpuasa melihat saudaranya tidak berpuasa juga tetap menghormati," jelas Hendi.


Warung-warung makan dengan sadar diri kemudian menutup warung mereka dengan tenda, tirai ataupun gorden. Menurutnya, ini merupakan wujud kerukunan satu keluarga besar yakni Indonesia dan sesama sedulur Kota Semarang.

Sejumlah aktivitas selama bulan Ramadhan juga diselenggarakan oleh berbagai pihak. Seperti yang dilakukan Pemerintah kota Semarang melalui silaturrahmi tarawih keliling, Jarik Masjid (Jumat Resik-resik Masjid), berbagi takjil, Jumat Barokah dan sejumlah kegiatan bakti sosial lainnya. Kegiatan tersebut merupakan hal positif dalam rangka memperoleh ridho Allah agar melipatgandakan pahala selama bulan Ramadhan.

Sikap dewasa warga Kota Semarang dalam menjaga kekompakan dan persatuan ini menurutnya menjadi modal bagi pemerintah untuk bekerja.

"Maka hari ini dengan kondusifnya wilayah Kota Semarang kita dapat melakukan percepatan-percepatan pembangunan. Coba kita bayangkan, kalau warganya tidak kompak, sedikit-sedikit demo, gelut (berkelahi) dan bebakaran, maka pembangunan akan terhambat." ungkapnya.

Beberapa pencapaian pembangunan di Semarang Barat yakni proyek Banjir Kanal Barat & Bridge Fountain yang mengubah persepsi masyarakat bahwa Semarang Barat dulunya identik dengan banjir kini menjadi salah satu ikon wisata Kota Semarang.


Hendi juga berpesan agar warga masyarakat belajar untuk menanamkan rasa bangga dan kecintaan terhadap Kota Semarang. Karena dengan mencintai, maka warga akan ikhlas dalam melakukan hal-hal positif bagi perkembangan kota.

"Hari ini trendnya sudah bagus, tinggal kita waspadai ternyata ada orang yang tidak ingin melihat Kota Semarang berkembang baik. Itu tidak perlu ditanggapi, biarkan saja dosanya ditanggung sendiri" pesan Hendi.

Menurutnya melalui Ramadhan ini merupakan kesempatan besar bagi warga untuk berbuat baik, menjadi berkah untuk sesama dan menjadikan Kota Semarang menjadi lebih baik.



Tonton juga video Adab Bertetangga dengan Non Muslim:

[Gambas:Video 20detik]


(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed