DetikNews
Kamis 16 Mei 2019, 12:19 WIB

Pembangunan Stadion BMW Tak Terganggu Gugatan Hukum

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Pembangunan Stadion BMW Tak Terganggu Gugatan Hukum Foto: Pradita Utama
Jakarta - PT Buana Permata Hijau (BPH) memenangi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas sengketa penerbitan hak pakai (SHP) Taman BMW. Direktur Proyek Jakarta International Stadium Iwan Takwin menegaskan pembangunan tidak terganggu akibat gugatan itu.

"Nggak (ganggu), kan jelas dari pemberitaan dari Pak Gubernur bilang pembangunan jalan terus. Jadi kami jalan terus," kata Iwan saat dihubungi, Kamis (16/5/2019).

Iwan menuturkan pihaknya masih melakukan tes kedalaman pondasi. Ditargetkan tes tersebut selesai minggu ini.


"BMW kami lagi proses tes kedalaman pondasi. Di lapangan itu, kami lagi suntik ke bawah tes kedalaman pondasi. Jadi kami tahu maksimal kedalaman fondasi dimensi pancangnya itu. Kami sudah mau selesai," jelas Iwan.

Lahan untuk Stadion BMW saat ini juga sedang dilakukan penimbunan. Hal itu dilakukan untuk mencapai level ketinggian keamanan banjir.


"Saat ini sambil penimbunan perataan sampai mencapai level ketinggian keamanan banjir," terangnya.

Sebelumnya, PT BPH memenangi gugatan di PTUN atas sengketa penerbitan hak pakai (SHP) Taman BMW. Karena itu, PT BPH meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan proyek pembangunan Stadion BMW.

"Mengabulkan gugatan Penggugat," demikian bunyi putusan PTUN Jakarta yang dikutip detikcom dari website PTUN Jakarta, Rabu (15/5).

Berikut ini bunyi putusan itu:

Menyatakan batal Keputusan yang diterbitkan oleh Tergugat berupa :
- Sertifikat Hak Pakai Nomor 314/kelurahan Papanggo, tanggal 18 Agustus 2017, Surat Ukur tanggal 09 Agustus 2017, Nomor
00369/Papanggo/2017, luas 29.256 M2, atas nama Pemerintah Republik Indonesia Cq Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

-Sertifikat Hak Pakai Nomor 315/kelurahan Papanggo, tanggal 18 Agustus 2017, Surat Ukur tanggal 09 Agustus 2017, Nomor 00368/Papanggo/2017, luas 66.999 M2, atas nama Pemerintah Republik Indonesia Cq Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pengacara PT BPH, Damianus Renjaan, mengatakan putusan diketok pada Selasa (14/5) kemarin. Damianus Renjaan menyebut gugatan pihaknya dikabulkan.

"Benar kemarin udah putusan yang amar pokoknya mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau dan membatalkan sertifikat hak pakai nomor 314 dan 315. Atas nama Pemda DKI Jakarta," kata pengacara PT BPH Damianus Renjaan kepada wartawan.
(fdu/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed