DetikNews
Kamis 16 Mei 2019, 01:29 WIB

Akbar Tandjung Berharap Ada Presiden dari HMI

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Akbar Tandjung Berharap Ada Presiden dari HMI Akbar Tandjung (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung melihat banyak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah duduk di posisi penting di banyak lembaga negara ini. Namun Akbar masih menyimpan harapan agar kader HMI menjadi presiden.

"Saya bermimpi, suatu hari, one day, orang nomor satu di Indonesia ini, yaitu presiden, juga bisa diisi oleh orang yang dibesarkan oleh organisasi HMI," kata Akbar di acara buka bersama dan salat tarawih Majelis Nasional Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Acara digelar di kediaman Mendikbud Muhadjir Effendy, Jl Widya Chandra III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/5/2019). Akbar adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI dan saat ini merupakan Ketua Dewan Penasehat Majelis Nasional KAHMI.



Itu adalah cita-cita Akbar untuk masa mendatang. Soal Pemilu 2019, dia menjelaskan semua warga negara berhak memilih dan dipilih. Tak ada masalah bila dalam Pilpres 2019 ini ada yang memilih pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin atau pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. HMI akan berkomitmen terhadap keindonesiaan sekaligus keislaman.

"Jadi komitmen keislaman kita, juga komitmen keindonesiaan kita, juga dalam rangka memberikan rahmat bagi rakyat Indonesia, apa pun agama, keturunan dari bangsa Indonesia itu," kata Akbar.



Dia kemudian menjelaskan organisasi HMI punya tradisi latihan kepemimpinan. Tradisi ini juga yang membuat kader HMI mampu memimpin organisasi di luar HMI hingga jabatan-jabatan penting di lembaga negara. Ada pula jabatan di organisasi keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Jabatan di partai politik juga banyak yang diisi oleh kader HMI. Dia berharap tradisi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan.

"Silakan adik-adik HMI yang tertarik masuk organisasi sosial-politik, silakan. Di setiap organisasi, pasti ada alumni kita. Kalau mau masuk Golkar, bisa ke saya. Kalau ke HIPMI, datang ke Bahlil Lahadalia (Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia/HIPMI). Banyak lagi, jabatan-jabatan publik banyak betul, bisa diisi adik-adik HMI. Di situlah arti pentingnya latihan latihan kepemimpinan," kata Akbar.



Dia menilai satu-satunya organisasi mahasiswa yang tertib melaksanakan kegiatan latihan kepemimpinan adalah HMI. Hasilnya, sejumlah kader HMI duduk di lembaga negara, seperti Bambang Soesatyo di posisi Ketua DPR atau Amien Rais, yang dulu pernah menjadi Ketua MPR.

"Yang belum itu tadi, presiden," kata dia.

"Insyaallah, kalau tidak pada tahun 2024, 2029, insyaallah pada periode-periode berikutnya. Saya yakin, suatu waktu, akan ada orang nomor satu di Indonesia orang yang dibesarkan sistem keorganisasian, sistem pelatihan kepemimpinan yang dilakukan HMI," tandas Akbar.
(dnu/zap)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed