detikNews
Rabu 15 Mei 2019, 18:12 WIB

Said Didu Sebut Pemilu Saat Ini Lebih Parah Dibanding Orde Baru

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Said Didu Sebut Pemilu Saat Ini Lebih Parah Dibanding Orde Baru Foto: Diskusi di BPN Prabowo-Sandi (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Said Didu mengatakan Pemilu 2019 lebih buruk dibandingkan pemilu di era Orde Baru. Dia bahkan menganggap pemilu saat ini tak sesuai undang-undang.

"Orang sering membandingkan pemilu Orde Baru lebih jelek dari pada pemilu sekarang. Saya bilang pemilu Orde Baru dilaksanakan dasarnya undang-undang, tidak ada pelanggaran karena undang-undangnya demikian, kalau ini undang-undangnya reformasi pelaksanaannya Orde Baru, lebih parah dari Orde Baru," kata Said Didu dalam diskusi di Media Center Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).


Dia mencontohkan, dalam pemilu tahun ini sejumlah dana bantuan untuk rakyat disebutkan berasal dari salah satu pasangan calon. Selain itu upaya kecurangan menurutnya juga dilakukan lewat pemadaman listrik pada malam hari.

"Di satu daerah itu memang diganti, pada saat itu kira-kira 4 atau 5 hari sebelum pilpres, itu turun PKH, dan itu diganti dari 01. Ada kejadian di Jateng itu malam jelang pemilu listrik dimatikan, mati selama 3 jam, nah saat itu terjadilah operasi," ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengeluhkan proses pelaporan dugaan kecurangan yang disampaikan ke penyelenggara pemilu. Said Didu mengatakan penyelenggara pemilu tak menyelesaikan pengaduan karena tahapan pekerjaan mereka.

"Ini kan pilpres dan pemilu ini seperti ban berjalan, kalau tidak selesai kan tidak dihalangi ban berjalan ini, jadi KPU ini berprinsip ban berjalan, silakan protes, tanggal sekian saya harus maju lagi tahap berikutnya, tanggal sekian tahap berikutnya, jadi masalah itu selesai dengan waktu," ujarnya.


Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pihaknya kesulitan untuk melaporkan dugaan kecurangan yang ditemukan. Mereka juga sudah hilang kepercayaan kepada penegak hukum.

"Terus terang memang ada distrust, distrust pada proses hukum dan institusi hukum, sebutlah kepolisian, ada kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh oposisi, ada distrust yang luar biasa," ucapnya.



Tonton juga video BPN Sebut Pemerintah Baper, TKN Minta Semua Ikuti Aturan:

[Gambas:Video 20detik]


(abw/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com