detikNews
Selasa 14 Mei 2019, 15:58 WIB

Puan Maharani Tegaskan Pemerintah Tak Impor Guru

Ray Jordan - detikNews
Puan Maharani Tegaskan Pemerintah Tak Impor Guru Menko PMK, Puan Maharani. (Rina Atriana/detikcom)
Jakarta - Berkembang isu bahwa pemerintah akan melakukan impor guru dengan cara mendatangkan 100 ribu guru asing untuk mengajar di Indonesia. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani membantah isu tersebut.

Puan mengatakan tema soal guru yang dia pernah sampaikan adalah saat dia berbicara di acara Musrenbang Bappenas beberapa waktu lalu. Saat itu dia mengemukakan ide mengundang guru dari luar negeri untuk melatih guru di Indonesia, bukan untuk mengajar siswa-siswi.

"Saya sampaikan dalam Musrenbang Bappenas beberapa waktu lalu, saya tidak pernah mengatakan impor tapi akan mengundang guru-guru dari luar untuk training of trainer, memperkuat peningkatan guru yang ada di Indonesia," kata Puan ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/5/2019).


Dia mengatakan, kalimat yang dia sampaikan itu kemudian menjadi salah kaprah. "Jadi kalimat impor itu kemudian yang menjadi salah kaprah, bukan seperti kita impor barang jadi ratusan ribuan karung, misalnya ton. Ini manusia loh ya," katanya.

Puan menambahkan, maksudnya untuk mengundang para guru dari negara asing tersebut kemudian disalahartikan. Padahal, kata Puan, tujuannya untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia.

"Jadi saya waktu itu mengundang untuk penguatan guru-guru yang ada di Indonesia, kemudian juga untuk memberikan tambahan peningkatan SDM bagi manusia-manusia Indonesia. Jadi ini jangan disalahartikan," katanya.

Puan lantas menjelaskan maksud program yang dia gadangkan itu. Nantinya guru-guru dari negara asing akan diundang untuk melakukan pelatihan terhadap guru-guru Indonesia.



"Kemudian guru-guru di sini memberikan pelatihan selanjutnya kepada siapa yang harus diajarkan, atau juga bahkan mereka diberikan kesempatan untuk mengajar di Indonesia, untuk bisa memberikan peningkatan SDM," katanya.

Meski demikian, rencana itu masih dalam tahapan kajian. "Jadi tolong, saya tidak pernah mengatakan impor tapi mengundang. Dan kalaupun mengundang bukannya kemudian guru-guru di sini, dosen-dosen di sini, pengajar-pengajar di sini itu tidak diikutsertakan. Justru untuk peningkatan SDM," tegasnya.


(rjo/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com