DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 15:42 WIB

Cerita Berkesan Ramadhan

Puasa Double Degree Ala Mahasiswa Indonesia di Al Azhar Kairo

Tashdieq Ulil Amri - detikNews
Puasa Double Degree Ala Mahasiswa Indonesia di Al Azhar Kairo Suasana Ramadhan di Kairo (Tashdieq Ulil Amri/Istimewa)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Kairo - Bulan Ramadhan adalah ujian melatih diri umat Islam. Bagi mahasiswa Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo, berpuasa rasanya seperti kuliah dengan gelar ganda.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti bagi setiap Muslim. Seperti halnya tamu, yang dinanti dan selalu membawa berkah. Bulan yang barangsiapa menyuguhinya dengan baik, maka keberkahan akan selalu padanya.

Bulan ke-9 dalam kalender Hijriah ini, menjaring harapan setiap muslim agar mereka dapat meraup berkah di dalamnya. Hal ini membuat animo kaum muslim dalam menyambut bulan suci Ramadhan sangat tinggi dan beraneka ragam.

Puasa Double Degree Ala Mahasiswa Indonesia di Al Azhar KairoSalat Tarawih di Masjid Al Azhar (Tashdieq Ulil Amri/Istimewa)
Bagi para mahasiswa Indonesia di Mesir seperti saya, momen Ramadhan kali ini tidak hanya sekedar berpuasa tapi kami disuguhi Paket Kombo Spesial Ramadhan. Pertama ialah ujian akhir selama Ramadhan. Bagi mahasiswa Indonesia di Mesir, harapan kumpul bersama keluarga di bulan Ramadhan ini sepertinya harus dikubur dalam dalam-dalam. Sebabnya, ujian akhir bakal digelar selama Ramadhan penuh. Jadi, selama Ramadhan kami juga harus mengatur waktu dengan baik untuk menghadapi ujian akhir.

Akhirnya ritual tidur pagi harus dipangkas dan dialihkan untuk membaca diktat kuliah. Yah, itu semua dilakukan agar nilai ujian baik. Konon katanya, ujian Al Azhar itu sulit ditebak. Terkadang dengan jawaban yang meyakinkan belum tentu mendapatkan nilai yang baik. Begitupun sebaliknya, dengan jawaban yang kurang meyakinkan justru menghasilkan nilai yang baik.

Kedua ialah bagaimana menjaga hubungan dengan keluarga di Tanah Air. Biasanya, Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Alhamdulillah dengan kecanggihan teknologi saat ini, semua yang terbatasi ruang dan jarak akan terasa tanpa sekat. Video call bersama keluarga, hanya dengan modal paket data dan HP android kita sudah menjadikan yang jauh terasa dekat. Meskipun terkadang jaringan kurang mendukung, dan display gambar yang kurang sempurna tapi itu sedikit mengurangi rindu Ramadhan bersama keluarga.

Puasa Double Degree Ala Mahasiswa Indonesia di Al Azhar KairoMenu buka puasa nasi, roti dan daging (Tashdieq Ulil Amri/Istimewa)
Tantangan ketiga adalah lama waktu puasa di Mesir. Mesir sendiri berada di bagian Utara Bumi, sehingga di sini durasi puasanya 15 jam. Bahkan akan terus bertambah hingga akhir Ramadhan nanti. Nah, Muslim di Indonesia patut bersyukur, karena waktu menahan lapar di Indonesia hanya 13 jam, lebih pendek daripada Waktu Kairo.

Berikutnya selain ujian akhir di Ramadhan dan waktu puasa yang panjang, musim panas kali ini melengkapi Paket Kombo Ramadhan tahun ini. Mesir dengan iklim yang ekstrem dan gersang, serta mayoritas lanskap gurun, menyebabkan puncak panasnya 39-42°C. Saat saat seperti ini, kebanyakan orang-orang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, ataupun memiilih ngadem di dalam masjid. Di dalam masjid, mereka bebas untuk beristirahat ataupun memilih untuk belajar.

Saya pribadi lebih memilih menghabiskan waktu di dalam rumah, selain karena cuaca juga karena proses perkuliahan sudah berakhir dan harus tetap menjaga stabilitas tubuh agar tetap bisa mengikuti ujian dengan maksimal. Tahun lalu, ada beberapa mahasiswa yang pingsan akibat cuaca yang panas dan ujian di bulan Ramadhan juga.

Puasa Double Degree Ala Mahasiswa Indonesia di Al Azhar KairoCuaca panas terik di Kairo (Tashdieq Ulil Amri/Istimewa)
Dengan kondisi cuaca saat ini, sangat rentan bagi mereka untuk dehidrasi. Tapi, ini bisa diatasi dengan memperbanyak makan buah dan minum air putih ketika malam agar tetap bugar selama Ramadhan. Di Mesir sendiri stok buah cukup stabil, dan harganya cukup ekonomis. Alhamdulillah cukup untuk dompet dompet mahasiswa. Biasanya saya memilih jeruk untuk menghindari dehidrasi dan menjaga kekebalan tubuh, dan buah pisang untuk melancarkan pencernaan. Jenis buah-buahan seperti ini sangat mudah didapatkan di pinggiran jalan.

Akhir kata, semoga usai Ramadhan, mereka keluar dengan prestasi double degree. Pertama predikat takwa, sebagaimana balasan bagi orang orang berpuasa. Kedua, predikat Mumtaz setelah melewati ujian akhir. Amin, berkah Ramadhan menyertai Anda semua.

*) Tashdieq Ulil Amri adalah Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyyah Wal Arabiyah Universitas Al Azhar Kairo, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Mesir.
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dengan dan partisipasi Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia).

***

Jika Anda juga mahasiswa Indonesia di luar negeri dan punya cerita berkesan saat Ramadan, silakan berbagi cerita Anda 300-1.000 kata ke email: ramadan.detik.com cc artika@ppidunia.org dengan subjek: Cerita PPI Dunia & judul artikel. Sertakan minimal 5 foto berukuran besar karya sendiri yang mendukung cerita, data diri singkat, kuliah dan posisi di PPI.


(fay/fay)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed