detikNews
Senin 13 Mei 2019, 21:26 WIB

Mendikbud Tepis Isu 'Impor' 100 Ribu Guru Asing, Begini Penjelasannya

Farih Maulana Sidik - detikNews
Mendikbud Tepis Isu Impor 100 Ribu Guru Asing, Begini Penjelasannya Muhadjir Effendy (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menepis isu pemerintah akan mendatangkan 100 ribu guru asing untuk mengajar di Indonesia. Pemerintah hanya akan mendatangkan instruktur untuk mempercepat pertumbuhan sumber daya manusia.

Muhadjir Effendy mengatakan melaksanakan permintaan Presiden untuk membuat sebuah program yang masif dalam rangka mempercepat perkembangan SDM.


"Waktu itu Bu Menko menyampaikan salah satu rancangan, yaitu mengundang para expert, senior expert bisa itu seorang guru, seorang instruktur, atau pakar untuk datang ke Indonesia untuk menjadi semacam instruktur atau trainer untuk program training for trainer," kata dia kepada wartawan di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019)

Muhadjir Effendy menegaskan kedatangan para instruktur asing tersebut bukanlah untuk menggantikan peran para guru di Indonesia. Dirinya menyebut instruktur asing akan membantu mempercepat proses peningkatan guru.

Selain itu, lanjut Muhadjir, kedatangan instruktur asing bukan berarti kapasitas guru di Indonesia tidak mumpuni.

"Sama sekali bukan impor atau kemudian diangkat menjadi PNS atau dikontrak dalam jangka panjang. Apalagi sampai mengganti guru-guru di sekolah, itu saya jamin nggak akan terjadi," kata dia.

Muhadjir menyebut ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh pemerintah Indonesia jika mendatangkan seorang tenaga ahli ke Indonesia dibandingkan dengan mengirim guru atau instruktur Indonesia belajar langsung di luar negeri. Pertama terkait efisiensi, biaya yang dikeluarkan lebih rendah.

"Kedua, agar di dalam memberikan materi itu tidak berdasarkan persepsi tetapi betul-betul dia tahu realitas lapangan di Indonesia. Kalau dia datang ke sini dia bisa lihat sekolah kondisinya seperti apa, rumahnya seperti apa. Maka dia akan bisa memodifikasi melakukan improvisasi terhadap pelatihan-pelatihan yang dia berikan kepada guru-guru kita," jelas Muhadjir Effendy.


Ditargetkan, tahun 2019 program tersebut sudah bisa berjalan. Namun dirinya belum bisa menyebutkan berapa jumlah total instruktur hingga anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk melaksanakan program tersebut.

Akan tetapi, menurut Muhadjir, program Kemendikbud mengirim guru untuk kursus jangka pendek akan terus dilaksanakan.

"Kemarin kita sudah mengirim 1.200 guru untuk mengambil shortcourse di beberapa negara sesuai bidang masing-masing. Kemudian juga akan kita teruskan tahun ini sesuai target kita sekitar 7.000 guru dan indeksnya dari mana? Yaitu guru-guru yang berprestasi," terang dia.

Sebelumnya diberitakan, ada isu pemerintah bakal mendatangkan 100 ribu guru asing untuk mengajar di Indonesia. Ternyata itu adalah isu tidak benar yang muncul dari kesalahpahaman.

Hal ini dijelaskan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Agus Sartono dalam jumpa pers di Kantor Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/5).

"Saya ingin luruskan itu bahwa itu tidak akan ada 100 ribu guru asing mengajar di Indonesia itu," kata Agus Sartono.
(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed