DetikNews
2019/05/13 04:38:44 WIB

Round-Up

Di Balik Viral Cak Nun 'Hina Kalau ke Istana'

Andhika Prasetia - detikNews
Halaman 1 dari 2
Di Balik Viral Cak Nun Hina Kalau ke Istana Cak Nun (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Potongan pernyataan budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) soal 'hina jika ke Istana' menjadi viral. Di balik video viral itu, ada keheranan Cak Nun soal 'kehebohan' ini.

Pernyataan Cak Nun yang menjadi viral ini berasal dari acara Mata Najwa dan juga dibagikan dalam akun YouTube Najwa Shihab dalam video yang berjudul 'Cak Nun antara KPK dan Teror | Catatan Najwa'. Cak Nun awalnya berbicara soal kasus yang menimpa Novel. Kemudian, ia berbicara bahwa selalu konsisten melakukan sesuatu, termasuk enggan dipanggil ke Istana.

"Saya melakukan segala sesuatu tidak pernah sehari. Kalau saya melakukan A, saya lakukan sampai sekarang umur 60. Sampai sekarang kalau saya bilang 'hei, saya tidak bisa dipanggil presiden, saya yang berhak memanggil presiden, karena aku rakyat'. Itu saya lakukan, dan saya tidak pernah mau dipanggil ke Istana, dan saya tidak bangsa sama sekali. Hina kalau saya ke Istana," ujar Cak Nun dalam acara Mata Najwa.




Cak Nun menegaskan tidak bermaksud sombong menyatakan demikian. Cak Nun juga tidak menyebut siapa presiden yang dimaksud.

"Kalau sudah melamar, namanya tamu harus kita hormati. Tapi saya bilang 'Tuhan, kalau memang nggak baik nggak usah datang, gimana caranya. Sampeyan kan tahu segala macam, punya cara banyak sekali lah. Kalau memang nggak baik nggak usah ditemui'. Akhirnya nggak ketemu semua," kata Cak Nun.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed