DetikNews
Jumat 10 Mei 2019, 18:55 WIB

Mardani Klaim 31 Anggota F-PKS, PAN, Gerinda Dukung Ada Pansus Pemilu

Yulida Medistiara - detikNews
Mardani Klaim 31 Anggota F-PKS, PAN, Gerinda Dukung Ada Pansus Pemilu Mardani Ali Sera (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera mengklaim sudah ada 31 orang anggota dari Fraksi PKS, PAN, dan Gerindra yang mendukung pembentukan Pansus Pemilu. Pansus tersebut ditargetkan mulai bekerja setelah 22 Mei.

"Di paripurna kemarin PKS bersama Gerindra dan PAN sudah 31. Demokrat insyaallah menyusul mungkin kemarin masih ada perbincangan. Mestinya Garuda ada tapi karena belum ada perwakilan, tapi kita tetap solid untuk terus bersama. Akan membawa ini ke tingkat pansus," kata Mardani di Media Center Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

Ia mengatakan pansus tersebut dibuat untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pemilu serentak yang baru pertama kali. Beberapa yang akan dibahas adalah aspek di TPS, penghitungan di PPK, durasi yang begitu panjang, form yang banyak, ada banyak korban yang meninggal, dan isu jual-beli suara di PPK.


"Sampai pada bagaimana kecurangan mulai Bawaslu sudah beri wewenang besar tapi ternyata money politics tetap dilaksanakan," kata Mardani.

Ia mengatakan, setelah ini PKS akan mengikuti prosesnya dibahas di Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Soal masih adanya pihak yang menolak, menurutnya hal itu wajar.

"Terkait masih ada pihak yang menolak, buat kami itu hal yang wajar, selalu ada dinamika. Kami akan hadapi dengan fakta data yang kuat. Kami berharap pansus ini bagian dari pertanggungjawaban publik dan moral DPR sebagai pihak yang terlibat yang menyusun UU Pemilu. Karena keseluruhan proses yang ada nggak bisa dilepaskan dari payungnya UU 7/2017," ujarnya.


Ia menargetkan Pansus Pemilu mulai bekerja setelah 22 Mei. Sebab, saat ini tidak mungkin karena penyelenggara pemilu masih sibuk melakukan rekapitulasi suara.

"Setelah selesai 22 Mei, mulai bekerja. Sekarang KPU-Bawaslu tidak bisa diganggu karena sekarang mulai menghitung di pusat penghitungan rekapitulasi nasional. Semua komisioner KPU, Bawaslu, saksi pilpres-pileg hingga DPD hampir 24 jam bekerja. Harapan kami, setelah 22 Mei bekerja kalau sudah mendapat pengesahan di paripurna," imbuhnya.


Fadli Zon Usul Pansus Kecurangan Pemilu, Apa Kata TKN? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(yld/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed