DetikNews
Jumat 10 Mei 2019, 15:19 WIB

Sudah 'Diharamkan' Mardani, 2019GantiPresiden Dinyanyikan Neno di Bawaslu

Indra Komara - detikNews
Sudah Diharamkan Mardani, 2019GantiPresiden Dinyanyikan Neno di Bawaslu Neno Warisman dan Sang Alang di mobil komando massa pendemo di depan Bawaslu, Jumat (10/5/2019). (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Selain berorasi, para tokoh yang hadir dalam demonstrasi di depan gedung Bawaslu menyanyikan lagu '2019GantiPresiden'. Sebelumnya, penggagas hashtag 2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera, sudah mengharamkan penggunaan kalimat itu.

Lagu '2019GantiPresiden' dinyanyikan Wakil Ketua BPN Neno Warisman dan penyanyi yang menciptakan lagu '2019GantiPresiden', Sang Alang. Mereka bernyanyi di mobil komando di depan gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Terkait hashtag 2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera pernah menyebut tagar tersebut sudah tutup buku. Mardani mengaku menghormati hasil Pilpres 2019 nanti siapa pun pemenangnya.





"Contoh nih saya dikenal penggagas hashtag 2019GantiPresiden. Per 13 April, saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa? Karena itu sudah hari terakhir kampanye. Sekarang apa lagi, sudah selesai kompetisinya. Kita kembali normal," ujar Mardani, Jumat (3/5).

Kembali ke aksi demo di depan Bawaslu, sejumlah tokoh berorasi bergantian. Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak menegaskan aksi ini dimaksudkan untuk mengawal pelaporan BPN Prabowo-Sandiaga atas dugaan kecurangan Pemilu.

"Kami harap Bawaslu, KPU, dan aparat agar benar-benar membuktikan Pilpres 2019 berjalan jurdil. Umat tak akan resah, gelisah, marah tatkala kejujuran sudah terbuka. Kami harap Bawaslu terbuka mau verifikasi temuan-temuan dan hitung secara manual bersama BPN-TKN agar setelah Pemilu keluar pemimpin yang adil, ini penting," ujar Yusuf Martak.





Pembuktian dugaan kecurangan, menurutnya, harus dilakukan secara transparan sesuai dengan aturan. Tapi Yusuf Martak meminta agar persatuan tetap dijaga.

"NKRI harus berdaulat utuh tak boleh pecah kita harus pertahankan, semua masalah bisa diselesaikan dengan baik. Kiat rukun kembali setelah kejujuran dan keadilan dibuktikan di depan hukum," sambung Yusuf Martak.



Simak Juga 'Dikawal Polisi, Massa Pendemo KPU-Bawaslu Long March dari Istiqlal':

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed