DetikNews
Jumat 10 Mei 2019, 13:59 WIB

Kemlu Berikan Beasiswa kepada 72 Orang, Mayoritas Perempuan

Zakia Liland - detikNews
Kemlu Berikan Beasiswa kepada 72 Orang, Mayoritas Perempuan Pemberian Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) untuk 72 pemuda-pemuudi dari 40 negara. (Foto: Dok. Kemlu)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kembali memberikan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) untuk pemuda-pemudi dari seluruh dunia. Tahun ini beasiswa diberikan kepada 72 orang dari 40 negara yang didominasi perempuan.

"Tahun ini kami memiliki 72 penerimaan beasiswa dari 40 negara. Dan kami memiliki 50 penerimaan beasiswa perempuan. Dan 22 penerima beasiswa laki-laki," papar Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM Fachir saat membuka acara di Gedung Pancasila Kompleks Kemlu, Jl Taman Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Fachir menjelaskan, dominasi perempuan dalam proporsi penerima beasiswa terinspirasi dari Retno Masudi yang menjadi Menlu perempuan pertama Indonesia.


"Saya tidak tahu mungkin karena Menlu kita adalah perempuan sehingga lebih banyak partisipasi perempuan yang tertarik untuk mengikuti program ini," lanjutnya.

Di tahun penyelenggaraan ke-29 ini, ada tiga negara yang pertama kali ikut serta yakni Kolombia, Gambia, dan Portugal. Keikutsertaan ketiga negara ini diharapkan dapat menumbuhkan minat negara lain untuk turut berpartisipasi dalam program beasiswa ini.

"Saya percaya di masa yang akan datang kami mengantisipasi lebih banyak negara dan partisipan dari seluruh dunia untuk bergabung dalam program beasiswa ini," papar Fachir.

Wamenlu AM FachirWamenlu AM Fachir (Foto: Dok. Kemlu)


BSBI merupakan program beasiswa yang telah dilakukan oleh Kemlu sejak 2003. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan antarnegara melalui kontak antarindividu. Program ini akan dilakukan selama 3,5 bulan di 6 kota, yaitu Denpasar, Banyuwangi, Kutai Kertanegara, Yogyakarta, dan Padang. Di kota-kota ini, para penerima beasiswa akan belajar mengenai kebudayaan tradisional Indonesia, khususnya tari dan musik.

"Selama periode ini, para penerima beasiswa akan belajar mengenai budaya Indonesia, khususnya tari dan musik tradisional, kerajinan tangan tradisional, bahasa Indonesia dan kearifan lokal yang akan membuat mereka lebih mengerti tentang Indonesia, masyarakatnya, dan cara hidupnya," kata Cecep Herawan, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, saat menyampaikan laporannya.


Fachir juga menekankan melalui program ini, para penerima beasiswa juga dapat merasakan suasana Ramadhan yang erat dengan masyarakat Indonesia. Dari santap sahur dan berbuka sampai dengan budaya mudik saat Idul Fitri.

"Lebih jauh, dalam 3,5 bulan kalian berada di Indonesia, juga akan mengalami pengalaman berada di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Di mana kalian bisa merasakan kebiasaan unik dari menikmati santap sahur dan berbuka puasa. Kegembiraan untuk pulang ke kampung halaman untuk merayakan id. Ini kita sebut dengan mudik. Dan dalam kesempatan ini saya percaya kalian akan mengalami budaya islam, nilai-nilai masyarakat dan toleransi di masyarakat kami secara dekat," tutup Fachir.
(jbr/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed