DetikNews
Jumat 10 Mei 2019, 08:47 WIB

Persiapan Pelayanan Haji Indonesia Sudah 100%, Begini Peningkatannya

Agus Setyadi - detikNews
Persiapan Pelayanan Haji Indonesia Sudah 100%, Begini Peningkatannya Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta - Proses persiapan layanan haji untuk jemaah Indonesia sudah 100 persen. Untuk pelaksanaan haji tahun ini, ada beberapa perbedaan dalam bentuk pelayanan dibanding tahun lalu.

"Alhamdulillah untuk progres penyediaan transportasi, konsumsi dan akomodasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah siap 100 persen," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama RI, Sri Ilham Lubis, di Banda Aceh, Kamis (9/5/2019).


Sri hadir di Banda Aceh sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi pelayanan jemaah haji di Arab Saudi yang digelar di satu hotel di Banda Aceh. Menurut Sri, persiapan haji sudah dimulai sejak tahun lalu, saat penandatanganan MoU Menag dengan perhajian Arab Saudi.

"Layanan di sana mencakup akomodasi di Mekah dan Madinah, transportasi bus antar-kota perhajian, bus selawat, bus masyair dan layanan katering," jelas Sri.

Sri mengungkapkan, dalam pelayanan haji tahun ini terdapat sejumlah perbedaan. Di antaranya di bidang katering, seluruh jemaah yang tiba di Arafah siang hari diberikan makanan.


Selain itu, terkait transportasi, seluruh jemaah di Mekah akan mendapatkan bus selawat. Hal ini berbeda dibandingkan tahun lalu yang mengkhususkan jemaah baru mendapat bus selawat jika tinggal dalam radius 1,5 KM dari Masjidil Haram.

"Sedangkan di bandara jemaah haji akan menikmati fasilitas fast track, mereka tidak perlu lagi mengurus bagasinya di bandara. Kalau tahun lalu jemaah haji masih mengurus bagasi di bandara sehingga jamaah masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengurus bagasinya," ungkap Sri.

"Tahun ini jemaah juga tidak perlu lagi sidik sepuluh jari di bandara, cukup satu kali sidik jari saja dan setelah itu mereka bisa langsung naik bis dan diantarkan ke hotel yang telah ditetapkan," ungkap Sri.

Selain itu, untuk Armina tahun ini tenda jemaah haji di Arafah akan disediakan AC menggunakan Verion dengan suhu sangat dingin. Menurut Sri, penempatan jemaah juga tidak lagi menggunakan qurah.

"Tetapi menempatkan jemaah berdasarkan embarkasinya. Penempatan jemaah berdasarkan zonasi untuk memudahkan koordinasi pengawasan dan pengendalian dan komunikasi selama di Mekah," bebernya.

"Yang kedua ketika jemaah mendapatkan kesulitan, tersesat misalnya. Mereka dengan mudah kembali ke hotelnya karena sudah jelas bahwa jemaah dari SOP ini ketika tersesat kembali saja ke wilayah Jarwal. Misalnya di sektor sana bisa dikembalikan ke pemondokannya," ujar Sri.


Sementara terkait kuota penambahan 10.000 jamaah, pihaknya juga sudah mendapatkan informasi dari pihak muassasah tentang ketersediaan hotel di Arab Saudi.

"Tidak hanya untuk penempatan jemaah di Armina saja, tetapi layanan yang dibutuhkan oleh jemaah tambahan ini juga sudah kita siapkan semua," beber Sri.



Simak Juga 'Hore! Biaya Haji 2019 Tidak Ada Kenaikan':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed