detikNews
2019/05/08 20:04:47 WIB

Round-Up

Duit Titipan Diakui, Uang di Laci Menag Masih Jadi Misteri

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 3
Duit Titipan Diakui, Uang di Laci Menag Masih Jadi Misteri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap 'jual-beli' jabatan di Kementerian Agama. (Grandyos Zafna/detikcom)


Sebelum membahas lebih lanjut tentang Rp 10 juta itu, ada baiknya detikcom menyinggung kembali latar belakang kasus ini.

Kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 15 Maret 2019 ini menjadi salah satu tangkapan besar KPK tahun ini. Pasalnya, sosok Rommy sebagai tokoh sentral partai besar di negeri ini, yaitu PPP, menjadi salah satu yang ditangkap pada saat itu.

Rommy disangka KPK menerima suap dari dua orang, yaitu Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. KPK menduga Muafaq dan Haris memberikan suap ke Rommy untuk membantu keduanya lolos seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

KPK menyadari Rommy tidak menjabat apa pun dalam internal Kemenag. Oleh sebab itu, KPK menduga ada peran orang lain dari internal Kemenag yang juga turut serta berperan. Dari sini muncul pertanyaan, siapa sebenarnya yang diduga ikut terlibat dari internal Kemenag?

Sedikit-banyak hal itu dimunculkan KPK dalam persidangan gugatan praperadilan yang diajukan Rommy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Lebih spesifik, hal itu diungkap ketika Tim Biro Hukum KPK mendapat giliran menjawab permohonan praperadilan itu pada Selasa, 7 Mei kemarin.

Duit Titipan Diakui, Uang di Laci Menag Masih Jadi MisteriLukman Hakim Saifuddin (Ari Saputra/detikcom)



Dari jawaban yang dituturkan KPK dalam sidang disebutkan Muafaq meminta bantuan Rommy dan Lukman demi mendapatkan jabatan yang diinginkannya. Begitupun Haris, yang meminta bantuan dua tokoh tersebut.

Singkat cerita, Muafaq maupun Haris lolos. Baik Muafaq maupun Haris kemudian memberikan uang kepada Rommy. Sedangkan Lukman turut disebut kecipratan.

"Bahwa pada tanggal 9 Maret 2019, Lukman Hakim Saifuddin menerima uang sebesar Rp 10 juta dari Haris Hasanuddin pada saat kegiatan kunjungan Menteri Agama ke salah satu pondok pesantren Tebuireng, Jombang, sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur," ucap salah seorang anggota Tim Biro Hukum KPK dalam praperadilan itu.

Setelah Lukman mengembalikan uang itu, apakah semuanya tuntas?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed