DetikNews
Rabu 08 Mei 2019, 14:14 WIB

Pengacara Sebut Tuntutan 7,5 Tahun Bui Berat Bagi Neneng: Baru Lahiran

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Pengacara Sebut Tuntutan 7,5 Tahun Bui Berat Bagi Neneng: Baru Lahiran Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bandung - Pengacara Neneng Hassanah Yasin, Luhut Sagala, menyebut tuntutan jaksa KPK pada kliennya berat. Sebab, Bupati Bekasi nonaktif itu disebut baru saja melahirkan anak keempatnya.

"Kalau 7 tahun 6 bulan bagi Bu Neneng sendiri, bagi ibu yang baru melahirkan itu cukup berat. Harapan kita majelis mempertimbangkan kejujuran bu Neneng dalam perkara ini," ucap Luhut usai persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (8/5/2019).

"Kita harus melihat bahwa bu Neneng itu selama persidangan bahkan mulai dari penyidikan sudah sangat jujur. Karena suap Rp 10 miliar terkait IPPT (Izin Peruntukan Penggunaan Tanah) kalau bu Neneng tidak jujur, penyidik tidak tahu. Karena yang diketahui penyidik itu hanya suap yang terkait RDTR (Rencana Detail Tata Ruang)," imbuh Luhut.

Neneng sebelumnya dituntut pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan. Neneng diyakini jaksa bersalah menerima suap terkait perizinan proyek Meikarta. Sedangkan, 4 anak buahnya dituntut hukum 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.




Selain itu Neneng juga dituntut pencabutan hak politiknya selama 5 tahun usai menjalani hukuman pidana. Menurut Luhut, persoalan itu tidak masalah bagi Neneng.

"Menurut kami itu tidak menjadi masalah," ucap Luhut.

"Di persidangan Bu Neneng menyatakan tidak tertarik lagi ke dunia politik. Jadi itu tidak masalah," imbuh Luhut.

Jaksa sebelumnya meyakini Neneng menerima suap sebesar Rp 10,630 miliar dan SGD 90 ribu. Sejauh ini jaksa menyebut Neneng sudah mengembalikan Rp 10,331 miliar dan SGD 90 ribu, sehingga jaksa meminta Neneng turut dijatuhi hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 318 juta.



Tonton juga video saat Aher dan Deddy Mizwar Jadi Saksi Sidang Suap Meikarta:

[Gambas:Video 20detik]


(dir/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed