DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 20:00 WIB

ACT Targetkan Kirim 10.000 Ton Logistik Pangan ke Gaza Selama Ramadan

Akfa Nasrulhaq - detikNews
ACT Targetkan Kirim 10.000 Ton Logistik Pangan ke Gaza Selama Ramadan Foto: Beras untuk Palestina (Dok. ACT)
Jakarta - Timur tengah kian memanas setelah Israel dan kelompok militan di Jalur Gaza, Hamas meningkatkan serangan satu sama lain. Data terbaru menyebutkan, jumlah korban jiwa selama konflik bersenjata kedua belah pihak ini berjumlah 27 orang.

Dalam eskalasi pertempuran yang terbesar sejak perang Gaza tahun 2014, militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 600 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel sejak Sabtu (4/5/2019) waktu setempat. Militer Israel merespons serangan roket tersebut dengan melancarkan 320 serangan udara sejak Minggu (5/5/2019) waktu setempat.

Merespon peristiwa tersebut, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun akan terus gencar menyalurkan kebutuhan untuk meringankan penderitaan warga Palestina.

Presiden ACT Ahyudin menegaskan, berita mengenai Palestina memang sudah sangat sering terdengar, bahkan mungkin sebagian orang merasa letih dan kesal atas peristiwa kekerasan yang diderita warga Palestina. Meski demikian, ia pun mengajak kepada masyarakat untuk tidak letih turut membantu meringankan beban mereka.

"Buat kami sebagai insan kemanusiaan, sangat penting sekali, merespon tragedi kemanusiaan atas serangan israel tersebut adalah kewajiban kita. Bukan hanya kewajiban umat islam, lantaran sesama agama, tapi kewajiban kemanusiaan sebagai warga dunia," ujar Ahyudin di Jakarta, Selasa (7/5/2019).


Ahyudin menekankan, dengan berbagai serangan yang bertubi-tubi, tentu banyak korban berjatuhan. Namun, lebih daripada itu, ia lebih memerhatikan bagaimana kehidupan sosial di Gaza yang amat lumpuh atas peristiwa tersebut.

"Data kemanusiaan yang menjadi acuan bukan dari seberapa banyak korban, tapi lumpuhnya kehidupan. Jadi bayangkan, situasi kehidupan yg sedemikian dramatis dan luluh lantaknya karena serangan ini," ujarnya.

Oleh karenanya, untuk membantu meringankan beban warga Palestina, Ahyudin menjelaskan ACT sejak hari senin sudah mulai menyalurkan sekitar 1.000 ton pangan. Selanjutnya, ACT menargetkan hingga akhir Ramadan bisa tersalurkan sekitar 10 ribu ton pangan untuk Palestina.

"Maka kami bertekad atas nama bangsa manusia ini, untuk mensupport kebutuhan pangan. Mudah-mudahanan bisa sampai 10 ribu ton logistik hingga akhir Ramadan," ujarnya.

"Kami ingin sampai tuntas Ramadan 10 ribu ton logistik. Kurang lebih memerlukan dana Rp 150 miliar. Senin kemarin kami kirimkan 1.000 ton logistik, kalau dikonversikan sekitar Rp 15 miliar," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT Bambang Triyono menilai serangan ini seolah seperti agenda rutin tahunan dari Israel.


"Kali ini mereka benar-benar melakukan serangan yang menurut kami selama ini kami amati adalah agenda rutin tahunan israel. Jadi menyambut ramadan, warga gaza disambut bom dari israel. Ini baru permulaan, jadi bagaimana ke depan hingga akhir ramadan," ujarnya.

Bambang menambahkan, ACT akan mengirimkan paket pangan Indonesia Humanitarian Center (IHC) untuk lebih dari 5.000 keluarga selama bulan Ramadhan, 500 porsi makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, dan 1,6 juta liter air bersih untuk didistribusikan di seluruh Jalur Gaza.

"5 tahun ini kami punya banyak program untuk palestina. Seperti IHC, biasanya kita siapkan 5.000 paket pangan per bulan, karena kejadian ini maka akan kita tingkatkan," ujarnya.

"Selain IHC, dapur umum Indonesia. Ramadhan ini kita jadwalkan paket ifthar, maka karena kejadian ini juga kita support juga sahur di Gaza," imbuhnya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed