DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 17:36 WIB

Dubes Tantowi Belajar dari New Zealand Bangkit Usai Serangan Teror

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Dubes Tantowi Belajar dari New Zealand Bangkit Usai Serangan Teror Foto: Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya. (Zakia-detikcom)
Jakarta - Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya mengatakan kondisi New Zealand saat ini sudah kembali normal pascateror yang menewaskan 51 orang. Masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti semula tanpa ada rasa takut.

"Jadi, kurang dari satu minggu segala sesuatunya itu bisa saya sebut kembali normal. Jadi, masyarakat sudah bekerja, rasa takut itu tidak ada," kata Tantowi saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Pejambon,Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019).


Tantowi mengatakan Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern menyebut masyarakat tidak ada yang trauma. Teror ini justru memperkuat hubungan antaragama.

"Dia (PM) pastikan orang New Zealand tidak takut, kami bahkan menghadapinya secara bersama-sama. Dan itu betul, seluruh umat beragama itu bersatu padu membela umat Islam. Dan kerukunan umat beragama itu menjadi momentum buat mereka untuk semakin kuat," paparnya.

Bahkan, lanjut Tantowi, masyarakat New Zealand hari ini pun tak ingat siapa nama pelaku teror tersebut. Mereka hanya mengenalnya sebagai pelaku teror dari Australia.

"Kedua, jangan harap lo (pelaku) populer. Kita aja sekarang udah lupa nama teroris itu siapa. Karena nama itu tidak pernah disebut sama dia dan diikuti oleh media," ujarnya.

Tantowi melihat apa yang dilakukan oleh Jacinda Ardern itu sebagai sesuatu yang brilian untuk ukuran kepala negara yang belum pernah mengalami kasus teror sebelumnya. New Zealand mampu menanganinya dengan baik.

"Terus terang kita belajar banyak dari negara sekecil Selandia Baru dalam meng-handle krisis yang begitu besar terutama hal ini tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, hal ini belum terjadi. Jadi, tidak ada latihan sebelumnya bagi mereka meng-handle ini tapi nyatanya mereka bisa meng-handle baik," ucapnya.

Dalam bulan Ramadhan ini, polisi New Zealand tetap berjaga di sekitaran masjid untuk memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah. Namun, penjagaan tidak dilakukan secara berlebihan dan mencolok.

"Cara mereka menjaga juga nggak over acting jadi hanya terlihat. Jadi, memang policy ini yang diambil oleh pemerintah Selandia Baru. Jangankan di kota-kota lain, kota Christchurch, kota yang tempat TKP pun polisi itu tidak begitu visible. Tapi kota itu well guarded," jelasnya.

Sepanjang Ramadhan ini, Muslim Indonesia yang ada di New Zealand akan melaksanakan tarawih keliling (tarling) dari satu tempat yang lain. Mereka menjalankan ibadah tanpa rasa takut sebab merasa seperti di rumah sendiri karena masyarakat lokal yang toleran.

"Ritual keagamaan khususnya Islam di Selandia Baru khususnya Wellington itu besar sekali, tinggi sekali. Jadi, kita hampir-hampir tidak merasakan tinggal di negeri orang. Nah, ditambah lagi New Zealand itu adalah negara yang rakyatnya sangat toleran. Tidak ada lah namanya sikap permusuhan. Jadi, umat Islam itu dalam melaksanakan aktivitas keagamaannya itu merasa at home," tambahnya.


Tantowi menambahkan di Idul Fitri nanti akan ada open house di rumah dinasnya. Masyarakat Indonesia baik Muslim maupun non-Muslim akan merayakan hari kemenangan bersama.

"Nah, nanti open house-nya di rumah Duta Besar. semua umat Muslim itu datang dan juga non-Muslim. Itu benar-benar selebrasi," tuturnya.



Erdogan: PM New Zealand Jadi Contoh Pemimpin Dunia:


[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed