detikNews
Selasa 07 Mei 2019, 17:18 WIB

10 Fakta Hendropriyono yang Ingatkan Habib Rizieq Jangan Provokasi Revolusi

Tim detikcom - detikNews
10 Fakta Hendropriyono yang Ingatkan Habib Rizieq Jangan Provokasi Revolusi 10 Fakta Hendropriyono yang Ingatkan Habib Rizieq Jangan Makar/Foto: Ari Saputra
Jakarta - AM Hendropriyono mengingatkan Habib Rizieq dan sejumlah WNI keturunan Arab agar jangan memprovokasi revolusi. Apa lagi fakta Hendropriyono?

Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono ini lahir di Yogyakarta, pada 7 Mei 1945. Saat ini dia berumur 73 tahun.

Berikut fakta Hendropriyono:



1. Pendidikan

Hendropriyono menempuh pendidikan dasarnya di SR Muhammadiyah, Kemayoran, Jakarta. Kemudian pindah ke SR Negeri Jalan Lematang, Jakarta. Setelah itu melanjutkan ke SMP Negeri V Jakarta dan menyelesaikan SMA Negeri II di Jalan Gajah Mada, Jakarta.

2. Pendidikan Militer

Hendropriyono melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang dan lulus tahun 1967. Kemudian Australian Intelligence Course di Woodside tahun 1971, dan United States Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat tahun 1980.

Setelah itu Hendropriyono masuk ke Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko ABRI). Dia lulus terbaik pada 1989 bidang akademik dan kertas karya perorangan dengan mendapat anugerah Wira Karya Nugraha. Selanjutnya ia lulus Kursus Singkat Angkatan VI Lembaga Ketahanan Nasional (KSA VI Lemhannas).

3. Pendidikan Tinggi

Pendidikan umum Hendropriyono menjadikannya sebagai sarjana dalam bidang administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN), Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), Sarjana Ekonomi dari Universitas Terbuka (UT) Jakarta, dan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Bandung.

Ia juga meraih gelar magister administrasi niaga dari University of the City of Manila, Filipina. Kemudian meraih gelar doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat Cum Laude.

Pada 7 Mei 2014, Hendropriyono dikukuhkan sebagai guru besar di bidang ilmu Filsafat Intelijen dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Ia menjadi satu-satunya dan pertama di dunia yang menjadi Guru Besar Intelijen. Atas gelar ini, ia tercatat masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Pengukuhan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Mantan Kepala BIN

Hendropriyono merupakan mantan Kepala Badan Intelijen Negara pertama (BIN). Ia juga pernah menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan dalam Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan dari tahun 1998 hingga 1999.

5. Ketua PKPI

Ayah Diaz Hendropriyono ini merupakan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari 27 Agustus 2016 hingga 13 April 2018.

6. Karier Militer

Karier militer Hendropriyono diawali sebagai Komandan Peleton dengan pangkat Letnan Dua Infanteri di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Komando

7. Posisi di Perusahaan

Hendropriyono juga duduk di posisi penting beberapa perusahaan. Seperti Chairman Blitzmegaplex pada 2009-2012. Dia juga Presiden Komisaris PT KIA Mobil Indonesia pada 1999-2001.



8. Penghargaan

Pria yang cukup aktif di Twitter ini juga penyandang berbagai kehormatan negara dalam wujud bintang dan tanda jasa. Tanda jasanya antara lain Bintang Mahaputera Indonesia Adipradana, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya-prestasi, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma, Bintang Dharma, Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran, serta anggota Legiun Veteran Pembela Republik Indonesia.

9. Griya Anti Narkoba

Pada 25 Juni 2014, Hendroproyono bersama Komjen Pol (Purn) Gories Mere dan Irjen (Purn) Benny Mamoto mendirikan museum yang diberi nama Griya Anti Narkoba di Cipayung, Jakarta Timur. Griya Anti Narkoba ini berdiri di lahan seluas hampir 1 hektare dan merupakan museum narkoba pertama di Jakarta.

10. Ingatkan Habib Rizieq

Hendropriyono mengingatkan sejumlah WNI keturunan Arab tidak menjadi provokator. Hendropriyono tak mau seruan makar itu meluas.

"Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi kan sudah banyak. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu," kata Hendropriyono kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Hendropriyono memandang banyak warga keturunan arab yang sangat dihormati di masyarakat. Karena itu dia merasa perlu memperingatkan sebagian warga keturunan Arab untuk tidak memprovokasi revolusi sampai turun ke jalan.

Dengan posisi yang mulia seperti itu, Hendro mengimbau agar para warga keturunan Arab supaya mengayomi masyarakat. "Jangan malah memprovokasi revolusi, memprovokasi untuk turun melakukan gerakan politik jalanan. Itu inkonstitusional," ingatnya lagi.

Dia menyebut keturunan Arab juga berjuang untuk Republik Indonesia, demikian juga warga keturunan China. Ia menegaskan peringatan ini tidak ada tendensi SARA.

Hendropriyono lantas mengapresiasi sejumlah tokoh keturunan Arab yang dihormati dan sangat berperan di Indonesia. Menurutnya lebih banyak warga keturunan Arab yang mengabdi di tengah masyarakat.


Hendropriyono: Rizieq dan Keturunan Arab Jangan Jadi Provokator:

[Gambas:Video 20detik]


(nwy/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com