detikNews
Sabtu 04 Mei 2019, 19:26 WIB

Polisi Buru Penyebar Hoax Ustaz di Serang Tewas Dibunuh PKI

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Polisi Buru Penyebar Hoax Ustaz di Serang Tewas Dibunuh PKI Jumpa pers kasus pembunuhan ustaz di Serang, Banten. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang - Tewasnya Ustaz Samsudin asal Serang, Banten, diwarnai isu miring bahwa korban diincar dan pelaku simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Polisi memastikan kabar tersebut hoax dan memburu penyebar berita palsu tersebut.

"Menindaklanjuti bahwa hoax terkait berita berkembang saat ini sedang kami selidiki pelaku penyebarnya. Apabila nanti ada bukti yang kami temukan dengan sengaja melakukan penyebaran berita bohong ada ancaman pidananya," ujar Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira di Serang, Banten, Sabtu (4/5/2019).
"Apabila pelaku ditemukan dan atas niat disengaja menyebarkan maka bisa diancam undang-undang ITE," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi menambahkan, pihakya sudah memegang beberapa akun diduga jadi penyebar hoax. Salah satu akun Facebook mengatakan bahwa korban adalah penasihat FPI Banten. Setelah dilakukan pemeriksaan, informasi itu ternyata bohong.

"Korban benar guru ngaji, tapi bukan salah satu pengurus FPI di Serang," ujarnya.


Kemudian, ada juga akun yang mengatakan ada kelompok PKI yang berkeliaran dan seolah-olah sedang mencari ulama untuk dihabisi di Banten. Informasi di media sosial bahwa telah terjadi pembantaian ulama juga menurutnya tak benar.

"Jadi tidak benar ada info berkembang ulama dianiaya kelompok tertentu. Jadi stop hoax," ucap Edy.

Terkait tewasnya Samsudin, polisi sebelumnya menyebut korban tewas dibacok tamunya yang depresi akibat digugat cerai istri. Pelaku bernama Romli sempat dipukuli massa setelah membacok Samsudin.

Penganiayaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Kondisi rumah korban sedang sepi karena hanya ada istri dan anak korban. Pelaku melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam.

"Memang pelaku sedang ada masalah rumah tangga, depresi. Karena digugat istrinya, makanya dia menginap di rumah korban di bagian musala. Kebetulan korban punya kobong (pesantren) untuk santri kalong (tradisional)," kata Kapolsek Pabuaran AKP Yudha Hermawan saat dihubungi detikcom, Jumat (3/5).
(bri/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed