DetikNews
2019/05/03 22:25:47 WIB

Mandapot Pasaribu, Sopir Angkot Menuju Kursi DPRD Sibolga

Abdi Somat Hutabarat - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sibolga - Seorang sopir angkot di Sibolga, Sumatera Utara, Mandapot Pasaribu mendadak populer. Dia unggul sesuai hasil penghitungan suara Pileg DPRD Kota Sibolga, Sumut.

Caleg Partai Perindo di Dapil II Kota Sibolga ini tak menyangka akan menjadi anggota DPRD Kota Sibolga. Apalagi dia hanya bermodal dua baliho kampanye.

detikcom mendatangi kediamannya di Jalan Sibualbuali No 5, Kelurahan Huta Tongatonga, Sibolga Utara, Sumut, Jumat (3/5/2019). Saat ditemui, pria yang akrab disapa Dapot itu sedang bersiap untuk 'narik' angkot.



Kesehariannya, Dapot biasa mulai bekerja sejak pukul 06.00 WIB. Tapi, ketika siang hari, dia pulang ke rumah untuk beristirahat. Angkotnya nomor 01 rute Sibolga-Pandan.

"Beginilah, namanya sopir angkot," ujar Dapot ditemani istrinya, Novita Eriance Hutagalung, dan anak semata wayangnya Gabriel Pasaribu.

Dapot tak sungkan mengutarakan bagaimana perjuangan hidupnya hingga kemudian memberanikan diri untuk maju pileg. Pria itu lahir di Sigoringgoring, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 4 Juli 1979.

Mandapot Pasaribu saat pamit kepada keluarga untuk pergi menarik angkot.Mandapot Pasaribu saat pamit kepada keluarga untuk pergi menarik angkot. (Abdi Somat Hutabarat/detikcom)


Setelah tamat sekolah dasar (SD) di kampung kelahirannya, dia melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Kota Medan. Hingga kemudian dia mendapat kerja sebagai salesman di sebuah perusahaan minuman kemasan.

"Dari Medan saya pindah wilayah kerja ke Kota Sibolga tahun 2005. Lalu tahun 2009, saya keluar dan mulai nyopir angkot sampai sekarang. Saya juga pernah jadi paralong-along (penjual ikan), melaut juga, ah banyaklah," ungkap Dapot.



Tertarik Dunia Politik Sejak 2013

Dapot mengaku tertarik terjun ke dunia politik pada 2013. Hasratnya mengambil jalur politik lantaran ingin membantu masyarakat kecil untuk mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang selayaknya dari pemerintah.

Meski masih awam berpolitik, ia memberanikan diri mendaftar menjadi kader NasDem. Namun, karena terjadi pergantian pengurus, Dapot memutuskan hengkang dari partai besutan Surya Paloh itu. Hingga kemudian dilirik menjadi kader PKPI dan sempat nyaleg pada 2014.

"Waktu mencaleg dari PKPI tahun 2014, itu saya masih gagal. Cuma dapat 270-an suara," beber Dapot.

Hingga kemudian muncul partai baru, Perindo. Dapot mengaku tertarik ke Perindo karena hadir langsung berbuat untuk masyarakat.

"Saya tertarik ke Perindo karena melihat di televisi, Pak HT (Hary Tanoesoedibjo) itu sosialnya tinggi kepada masyarakat. Biarpun belum ada kadernya yang duduk, tapi sudah bikin bedah rumah, kasih gerobak jualan, dan program lainnya yang menolong masyarakat," ujarnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed