DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 15:47 WIB

Bertemu Wagub Bali, Konjen China Bahas Kasus Pencabulan Warganya

Aditya Mardiastuti - detikNews
Bertemu Wagub Bali, Konjen China Bahas Kasus Pencabulan Warganya Foto: Bertemu Wagub Bali, Konjen China Bahas Kasus Pencabulan Warganya (Dita-detikcom)
Denpasar - Konjen Tiongkok di Bali Gou Haodong bertemu dengan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana dan para pengusaha wisata bahari (Gahawisri) di Bali. Gou berharap kasus pencabulan ke salah satu warganya tak terulang lagi.

"Memang ada kasus begini sangat memprihatinkan karena di masyarakat China menganggap Pulau Bali masih tempat pariwisata yang aman sekali. Mereka dapat kabar ini kaget juga terkejut dan sangat mendampakkan imej Bali," kata Gou yang dibantu penerjemah bahasa Mandarin di kantor Bali Tourism Board (BTB), Jl Raya Puputan, Renon, Denpasar, Bali, Kamis (2/5/2019).



Kasus pencabulan yang dimaksud terjadi pada Selasa (23/4) lalu di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Saat itu, salah satu turis China berinisial SZ (20) dicabuli pemandu jet ski bernama Mohamad Toha (29).

Pemerintah China sangat menyesalkan perbuatan asusila tersebut. Padahal saat ini pemerintah China dan Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya untuk meningkatkan kunjungan turis berkualitas asal Tiongkok.

"Saya sudah tugas di Bali setahun lebih. Dengan Pak Wagub, Ketua BTB kawan yang baik sekali, kami sering komunikasi untuk kerja sama untuk meningkatkan lebih banyak turis Tiongkok wisata ke Bali, untuk mengenalkan culture unik di Bali untuk menarik turis kelas tinggi untuk berpariwisata ke Bali," urainya.



"Dan memang adanya kasus ini kita semua tidak menginginkan itu. Kami semua yakin dari Pihak Bali atau pemerintah Bali juga bisa menghukum si tersangka ini sesuai hukum Indonesia," sambung Gou.

Gou berharap kasus pencabulan yang terjadi pada warganya ini tak terulang lagi. Dia juga mengimbau agar para pengusaha wisata memperketat perekrutan karyawannya.

"Saya menyarankan kawan-kawan waktu cari karyawan staf di lapangan yang direct menghadapi turis sebaiknya cek riwayat mereka apakah ada record pidana, karena background jelek tidak bisa dipercaya tolong jangan dimasukkan. Tolong mereka begitu masuk juga dibina atau dididik peraturan tertentu dan juga memberitahukan mereka kebiasaan turis berbagai negara. Bukan turis dari Tiongkok aja tapi seluruh dunia karena adat istiadatnya beda-beda," pesannya.

Di lokasi yang sama, BMR Dive and Water Sport mengaku kecolongan dengan salah satu ulah pegawai barunya itu. Mereka pun siap bertanggung jawab mengawal proses hukum terhadap pelaku pencabulan tersebut.

"Kita berdiri 1985, sudah 34 tahun beroperasi sampai saat ini kejadian yang pertama kali, dan bisa kami bilang oknum. Tapi secara company kami bertanggung jawab sesuai prosedur hukum yang sudah berlaku dan itu sudah terbukti, sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan baik dengan tamu," kata Sales and Marketing Manager BMR Dive and Water Sport Ni Komang Ayu Krisna Dewai.

"Tidak ada tuntutan hukum apapun ke kami. Memang secara kejadian mereka sangat menyadari bahwa itu adalah perlakuan dari oknum tersebut dan proses terakhir yang diminta hanya pelaporan memastikan pelaku dipenjara dan dipastikan menetapkan hukuman sesuai yang berlaku di indonesia," imbuhnya.

Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana juga menyesalkan perbuatan pemandu jetski itu. Sebab, perilaku oknum itu sangat mencoreng citra pariwisata Bali di mata dunia.

"Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini menyampaikan permohonan maaf kepada temen-temen wisatawan China, korban, saya kira perusahaan sama sekali tidak menghendakilah. Tentu ini jadi pelajaran penting bagi kita semua," tutur Cok Ace.
(ams/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed