DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 15:01 WIB

KPAI Minta Korban Pencabulan di Kendari Direhabilitasi hingga Tuntas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
KPAI Minta Korban Pencabulan di Kendari Direhabilitasi hingga Tuntas Konferensi pers KPAI berkaitan dengan kasus penculikan dan pencabulan anak oleh oknum mantan anggota TNI di Kendari (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersuara keras atas kasus pencabulan yang dilakukan oknum mantan anggota TNI terhadap sejumlah anak di bawah umur di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sulteng). KPAI juga meminta agar semua korban direhabilitasi sampai tuntas agar tidak meninggalkan trauma.

"Harapan KPAI, rehabilitasi terhadap semua korban harus setuntas mungkin," kata Ketua KPAI Susanto di kantornya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).




"Kenapa setuntas mungkin? Karena potensi anak korban, kalau kemudian tidak mendapatkan rehabilitasi secara tuntas, kerentanan anak terdampak di kemudian hari juga tinggi," imbuh Susanto.

Penanganan itu disebut Susanto harus menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Susanto mengatakan KPAI tidak akan lepas tangan, koordinasi dengan pemerintah daerah setempat itu segera dilakukan.

"Ini menjadi catatan kita dan sesegera mungkin kita akan bersurat kepada pimpinan daerah untuk memastikan proses rehab terhadap korban," kata Susanto.

Di tempat yang sama, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti memberikan tanggapan seiya sekata dengan Susanto. Dia menambahkan bila koordinasi akan dilakukan juga antara KPAI dengan LPSK atau Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).




"Kita berharap tentu hak-hak korban dipenuhi. Terkait itu kita akan berkoordinasi. Ini kan KPAI pengawasan, teknis itu kan ada di daerah dan lembaga negara yang bisa melakukan adalah LPSK. Nanti sebagai sesama lembaga negara kita bisa saja berkoordinasi," kata Retno.

Diberitakan sebelumnya pencabulan yang dilakukan oknum mantan anggota TNI, Adrianus Pattian, terhadap enam anak di bawah umur terjadi di Kota Kendari. Sempat melarikan diri selama 3 hari hingga kabur ke hutan, Adrianus akhirnya ditangkap tim gabungan TNI dan Polri.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed