DetikNews
Rabu 01 Mei 2019, 14:03 WIB

Senyum Pak Jae karena Rumah Reotnya akan Dibangun Ulang

Robi Setiawan - detikNews
Senyum Pak Jae karena Rumah Reotnya akan Dibangun Ulang Foto: Dok. ACT
Bogor - Rumah menjadi kebutuhan utama setiap orang. Namun tak sedikit masyarakat Indonesia memiliki rumah dengan kondisi tak layak. Pemerintah pada 2015 mendata rumah tak layak huni yang berdiri saat itu mencapai 3,4 juta unit.

Melihat jumlah rumah tak layak huni ini, Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak Juni 2018 memulai program Rumah Bahagia. Program ini memungkinkan keluarga yang kondisinya masih dalam tahap prasejahtera memiliki tempat tinggal yang layak.

Apiko Joko Mulyono dari tim Global Zakat-ACT menjelaskan, program Rumah Bahagia telah merenovasi empat rumah yang tersebar di beberapa lokasi sejak pertama kali program ini diluncurkan. Targetnya ialah mereka yang keadaan ekonominya masih dalam kondisi prasejahtera.

"Kami memprioritaskan rumah yang dihuni lansia, fakir, dan miskin, hingga keadaan rumah yang sudah sangat tak layak huni," jelas Apiko dalam keterangannya, Rabu (1/5/2019).

Apiko menambahkan, desain bangunan baru disediakan. Ukurannya akan mengikuti luas tanah yang dimiliki penerima manfaat. Ruangan di dalamnya akan disediakan kamar tidur, kamar mandi, serta ruang tamu.


Pada Kamis (25/4/2019), tim Rumah Bahagia mengunjungi kediaman Jaenudin, lansia yang tinggal di Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Dalam proses kunjungan tim Global Zakat-ACT melakukan serah-terima renovasi rumah.

"Melihat kondisi rumahnya, ini akan dibangun ulang karena tak ada fondasi jika hanya direnovasi," kata Apiko.

Sejak 1996, Jae tinggal di Desa Jagabita. Di tahun itu juga rumah yang ditempatinya berdiri. Tak ada renovasi besar selama 23 tahun ini, hanya beberapa kali bagian yang rusak diperbaiki, itu pun menunggu bantuan dari orang lain.

Senyum Pak Jae Karena Rumah Reotnya Dibangun Ulang ACTFoto: Dok. ACT

"Terakhir dapat bantuan genting biar enggak bocor kalau hujan," kata Jae.

Di hari itu juga, rumah Jae langsung dibongkar untuk kemudian dilakukan renovasi. Namun Nur Nurjannatunaim dari tim Global Zakat-ACT menambahkan, keadaan rumah yang sudah memprihatinkan membuat kediaman Jae perlu dibangun ulang.


"Kondisi rumah enggak mungkin hanya direnovasi, tak ada fondasinya, jadi kami bangun dari nol lagi di atas lahan yang dimiliki Pak Jae," ungkap Nur.

Tak hanya rumah Jae, di Jagabita masih terdapat rumah lain yang akan diperbaiki. Proses pembangunan diperkirakan akan memakan waktu maksimal tiga minggu. Harapannya, Jae sudah dapat menempati rumah barunya saat Idul Fitri yang akan jatuh sekitar awal Juni mendatang.
(idr/idr)
act
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed