detikNews
Rabu 01 Mei 2019, 09:29 WIB

Ini Dugaan Penyebab Kematian Badak Manggala

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Ini Dugaan Penyebab Kematian Badak Manggala Foto: Badak Manggala ditemukan mati (Bahtiar-detikcom)
Jakarta - Seekor badak jawa bernama Manggala ditemukan mati di Blok Citandan, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Manggala diduga mati karena penyakit.

"Kesimpulan awal kematian badak diduga bukan karena penyakit infeksius," kata Kepala Balai TNUK, Anggodo dalam keterangan yang diterima detikcom di Pandeglang, Banten, Rabu (1/5/2019).



Kendati demikian, untuk memastikan apa penyebab kematian badak berusia remaja itu, Tim Rhino Health Unit mengambil sampel dari tubuh Manggala. Beberapa bagian tubuh diambil mulai dari esophagus, trachea, paru-paru, Iambung, hati, usus halus, usus besar, otak, penis, epididymis, dan limpa dibawa untuk diteliti lebih mendalam di laboratorium.

Hasil pemeriksaan ini pun katanya baru bisa keluar sekitar 7 Mei mendatang. Lamanya waktu hingga pemeriksaan keluar lantaran adanya kesulitan, khususnya sampel yang dianalisis sudah tidak segar.

Anggodo menuturkan Manggala bukanlah kasus kematian pertama badak di TNUK. Dari catatan TNUK, sepanjang 2018 ada 2 badak yang mati, yakni Samson pada April dan Sari pada bulan Juli.

Kematian keduanya juga dibarengi dengan kelahiran 4 anak badak. Rekaman kamera pengintai mendapatkan video masing-masing 2 anak badak dari pasangan Dewi dan Puri berjenis kelamin jantan dan 2 anak badak betina dari pasangan Silva dan Desy.



Saat ini, tercatat ada 68 badak mendiami Ujung Kulon. TNUK terus berupaya untuk menyelamatkan populasi hewan soliter ini. Mulai dari perlindungan dari hama penyakit, penanaman jenis pakan, pembangunan sanktuari dan pembangunan habitat kedua.

"Upaya konservasi memberikan hasil dengan meningkatnya populasi badak jawa di TNUK pada tujuh tahun terakhir," ujarnya.
(mae/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed