DetikNews
Selasa 30 April 2019, 13:39 WIB

Jambore Iklim 2019, Kepala BMKG Bicara Global Warming-Bahaya Sampah Plastik

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Jambore Iklim 2019, Kepala BMKG Bicara Global Warming-Bahaya Sampah Plastik Jambore Iklim 2019, BMKG. (Adhi Indra P/detikcom)
Jakarta - Ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) mengikuti Jambore Iklim 2019. Mereka mendapat penjelasan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang perubahan iklim dan pemanasan global.

Acara yang diinisiasi BMKG ini digelar di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019). Di sini sudah berkumpul 214 anak dari 32 SD kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Tambun Bekasi.

"BMKG itu sudah mengumpulkan data selama 100 tahun (sejak masih sebagai instansi Hindia-Belanda). Ternyata setelah dihitung, selama 100 tahun terjadi peningkatan temperatur udara di Indonesia. Rata-rata 1,5 derajat Celcius. Jadi semakin panas lingkungan kita," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam sambutan acara ini.



Anak-anak SD yang bertopi bundar ini duduk bersila, antusias mendengarkan penjelasan Dwikorita. Mereka memahami bahwa kondisi bumi yang semakin panas ini disebut sebagai global warming. Dwikorita menjelaskan pemanasan global bisa merembet ke kondisi lainnya.

Jambore Iklim 2019, Kepala BMKG Bicara Global Warming-Bahaya Sampah PlastikFoto: Jambore Iklim 2019, BMKG. (Adhi Indra P/detikcom)

"Jadi keselamatan lingkungan kita sangat tergantung adik-adik. Selain air lautnya naik, pulau kecil tenggelam, kalau suhu semakin panas, wabah penyakit itu semakin merajalela," kata Dwikorita.



Pemanasan global juga diiringi naiknya permukaan air laut. Suhu bumi yang meningkat juga membuat gagal panen dan kekeringan. Kondisi itu bisa diperparah bila perilaku membuang sampah terus dilakukan.

"Kita jangan membuang sampah sembarangan. Jangan membuang di sungai, laut, agar kita tetap sehat, lingkungan kita sehat, tidak ada bencana, banjir, kekeringan," kata Dwikorita.

Kata Dwikorita, penggunaan plastik harus dikurangi, anak-anak juga didorong untuk menggunakan kendaraan umum, dengan begitu lingkungan hidup bisa lebih terjaga. Bencana dan kerusakan alam akibat ulah manusia bisa lebih terhindarkan. Dia mendorong agar anak-anak tampil sebagai penyelamat lingkungan.

Jambore Iklim 2019, Kepala BMKG Bicara Global Warming-Bahaya Sampah PlastikJambore Iklim 2019, BMKG. (Adhi Indra P/detikcom)

"Penting hadirnya ksatria penyelamat lingkungan seperti adik-adik ini," kata Dwikorita.



Acara ini dihadiri oleh Kwartir Nasional Pramuka, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Taruna Siaga Bencana Kementerian Sosial, hingga Dinas Pendidikan Provinsi DKI. Ada pula Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNJ, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah, hingga Water and Environment Science UNESCO.

Kegiatan Jambore Iklim merupakan inisiasi dari Kedeputian Klimatologi, BMKG. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dilanjutkan dengan pengenalan Informasi Bencana Hidroklimatologi dan Sistim Peringatan Dini BMKG pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan Jambore Iklim merupakan tindak lanjut dari sosialisasi tentang cuaca dan iklim di sekolah-sekolah SD di Jabodetabek pada tahun 2018 dalam kegiatan Climate Education Roadshow for Students yang bertujuan mengenalkan pengetahuan iklim sejak dini.



(dnu/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed