detikNews
Selasa 30 April 2019, 03:02 WIB

LIPI Bicara Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obat

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
LIPI Bicara Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obat Foto: dok Instagram @lipiindonesia
Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kimia telah melakukan riset pemanfaatan sumber daya alam untuk pengembangan energi dan bahan baku obat berbasis sumber daya alam Indonesia. Beberapa hasil penelitian terkait energi dan obat yang telah dilakukan Pusat Penelitian Kimia di antaranya bio-oil dari pelepah tandan kosong kelapa sawit.

"Tandan kosong kelapa sawit bisa diproses mendapatkan bio-oil di atas 60 persen dan berpotensi sebagai bahan bakar kimia cair," jelas Plt Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Raden Arthur Ario Lelono dalam keterangannya, Selasa (30/4/2019).


LIPI menyebut hasil riset ini akan disampaikan dalam kegiatan press tour Pusat Penelitian Kimia LIPI hari ini di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Pemprosesannya sendiri, jelas Arthur, menggunakan mekanisme termal katalitik.

"Bio-oil membantu industri pengolahan kelapa sawit untuk pengolahan limbah tandan kosong juga membantu penyediaan energi alternatif dari limbah biomassa tandan kosong kelapa sawit sebagai energi terbarukan," jelas Arthur.

Selain itu, untuk pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit, Pusat Penelitian Kimia LIPI telah mengembangkan bioplastik dari limbah kelapa sawit. "Tandan kosong kelapa sawit mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin," jelas Arthur. Menurut Arthur, bioplastik berbasis limbah kelapa sawit ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti plastik konvensional karena memiliki sifat tahan terhadap air dan kelembapan.


Sementara itu, untuk penyediaan obat, Pusat Penelitian Kimia LIPI melakukan pengembangan tanaman obat tradisional Indonesia sebagai bentuk kemandirian bahan baku obat tradisional Indonesia.

"Kami mengembangkan ekstrak pace untuk antihipertensi dan antidiabetes, ekstrak jamblang untuk antidiabetes, ekstrak daun sukun sebagai bahan baku herbal penyakit degeneratif, ekstrak pegagan dan jahe sebagai antiselulit, bahan baku katekin dari gambir, serta metil sinamat dari minyak lengkuas sebagai bahan baku obat," jelasnya.

Pusat Penelitian Kimia LIPI juga memiliki fasilitas CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) yang dapat dimanfaatkan oleh industri farmasi dan masyarakat. CPOTB, kata Arthur, adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan menjamin produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Arthur menjelaskan, fasilitas yang dibuka sejak 2018 ini diharapkan menjadi standar percontohan yang dapat dimanfaatkan oleh industri obat tradisional, UKM, maupun praktisi obat herbal lewat skema kerja sama pengembangan riset.
(gbr/azr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed