DetikNews
Senin 29 April 2019, 22:23 WIB

Duh!! 2 ABG Ini Curi Besi Steger di Proyek Jalan Tol di Tangerang

Matius Alfons - detikNews
Duh!! 2 ABG Ini Curi Besi Steger di Proyek Jalan Tol di Tangerang Foto: dok. Istimewa
Tangerang - Dua ABG tertangkap warga setelah mencuri besi steger di proyek pembangunan jalan tol di kawasan Ciputat, Tangerang. Kedua ABG tersebut saat ini diamankan di Polres Tangerang Selatan.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan pencurian itu terjadi pada pukul 07.00 WIB, Senin (29/4). Awalnya warga menemukan empat ABG dengan gerak-gerik mencurigakan di sebuah lahan kosong di dekat proyek tol.

"Awalnya mereka diamankan warga di Jalan Nangka Raya, Kelurahan Pamulang Timur. Warga mengamankan empat anak tanggung yang kedapatan membawa dan menyimpan besi penyangga steger di semak-semak lahan kosong," jelas Alexander dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (29/4/2019).

Polisi, yang mendapatkan informasi terkait kejadian itu, langsung meluncur ke TKP. Polisi mengamankan empat ABG tersebut dan mengamankan barang bukti di lokasi.

"Ada lima karung berisi. Satu karungnya ada enam batang besi penyangga steger. Jadi total 30 (besi) steger," lanjutnya.

Polisi kemudian menginterogasi keempat ABG tersebut. Dua ABG berinisial H dan A kemudian dilepas karena tidak terbukti melakukan pencurian.

"H dan A itu turut diamankan warga karena berada di sekitar TKP, padahal keduanya cuma nongkrong," imbuhnya.



Sementara itu, dua pelaku lainnya, yakni D (17) dan G (18), masih diperiksa di Polres Tangerang Selatan. Mereka telah mengakui pencurian itu.

"Pelaku mengakui besi-besi tersebut diambil dari proyek pembangunan jalan tol yang berlokasi di Kampung Poncol, Ciputat, Tangerang, yang mana proyek tersebut dilakukan oleh PT Waskita," terang Alex.

Lebih jauh Alex mengungkapkan pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas polisi. Apalagi material yang dicuri sangat penting bagi aspek keamanan dan keselamatan kerja (K3).

"Steger itu bisa menyangga orang atau pekerja untuk bekerja di tempat tinggi yang susah dijangkau. Bisa juga steger sebagai penyangga bangunan. Ini yang mungkin jadi masalah. Artinya kan penyangga ini jadi kurang berfungsi baik, artinya bangunan yang dianggap kemungkinan juga kurang berdiri kokoh," tuturnya.

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Polisi juga akan meminta keterangan kepada pihak PT Waskita terkait kejadian ini.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed