DetikNews
Sabtu 27 April 2019, 11:53 WIB

LPSK Kaji Rencana Pindahkan 2 Anak Korban Pemerkosaan di Bogor

Jabbar Ramdhani - detikNews
LPSK Kaji Rencana Pindahkan 2 Anak Korban Pemerkosaan di Bogor Ilustrasi kekerasan seksual (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengkaji untuk memindahkan tempat tinggal dua anak korban pemerkosaan berumur 14 tahun dan 7 tahun di Bogor. Komisioner LPSK akan mengkaji kasus ini secara mendalam.

"Belum, ini masih wacana. Sepertinya harus ada upaya penyelamatan. Karena jangan sampai mereka di-bully warga dan lingkungan sekitar, dan orang yang tidak paham. Karena kadang kan masih ada masyarakat kan victim blaming, menyalahkan korban," kata Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar saat dihubungi, Sabtu (27/4/2019).

Livia mengatakan bantuan dari LPSK akan disesuaikan dengan kebutuhan korban. LPSK biasanya memberi perlindungan fisik jika korban dalam kondisi terancam.


Selain itu LPSK juga bisa memberi bantuan medis, psikologis, dan psikososial. Bantuan medis diberikan untuk memastikan korban tak terinfeksi penyakit.

"Psikologis sudah pasti. Sebagaimana diperlukan. Karena korban harus menata hidup kembali. Psikososial memastikan pendidikannya berjalan terus," tuturnya.

Dia mengatakan LPSK akan menginvestigasi terdahulu kasus ini. LPSK akan menggelar rapat paripurna untuk memastikan bantuan yang paling tepat untuk korban. LPSK juga akan memastikan korban tidak mengalami perundungan (bullying) di sekolahnya.


"Kita harus investigasi dulu. Memang sepertinya harus mendatangi sekolah itu dan memastikan kondisinya masih kondusif untuk sekolah di situ, kalau tidak, dicarikan alternatifnya. Karena ini kan seperti kasus di Pontianak, anak yang mengalami bullying, itu juga jadi terlindung kami juga," ucap Livia.

Dihubungi terpisah, kuasa hukum korban dari LBH Apik, Uli Pangaribuan mengatakan kedua korban akan pindah sekolah. Dia membenarkan kedua korban di-bully di sekolahnya.

"Kemarin belum sempat pindah sekolah karena tanggung, karena kan akan ujian. Nanti keduanya pindah sekolah. Mereka sudah pindah rumah," ucap Uli.


Sebelumnya diberitakan, LPSK mendapat informasi kedua korban mengalami bullying di lingkungan rumah dan sekolah. Kondisi ini diduga disebabkan perbedaan status sosial ekonomi antara korban dan pelaku.

Dalam kasus ini, Pengadilan Negeri (PN) Cibinong membebaskan HI (41) dari tuntutan 14 tahun penjara. Di mana jaksa menuntut HI selama 14 tahun penjara karena memperkosa dua anak tetangganya yang berusia 14 tahun dan 7 tahun.


LBH Apik selaku pendamping korban menilai proses sidang itu belum sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum. Hakim juga dinilai kurang cermat dalam menggali fakta persidangan dimana korban merupakan anak adalah pihak yang harus dilindungi dan memiliki posisi yang rentan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun menyurati Mahkamah Agung (MA) terkait vonis ini. KPAI harap MA juga mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed