DetikNews
Jumat 26 April 2019, 21:19 WIB

Pemkot Semarang Beri Inovasi Terbaru di Bidang Perizinan

Nabila Nufianty Putri - detikNews
Pemkot Semarang Beri Inovasi Terbaru di Bidang Perizinan Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Pemerintah Kota Semarang terus berbenah dengan berbagai inovasi guna mendukung investasi di Kota Semarang. Setelah sebelumnya ada SI IMUT atau Sistem Izin Investasi Mudah dan Terpadu, kali ini Pemerintah Kota Semarang melalui DPM-PTSP mengembangkan aplikasi di bidang perizinan IMB Gedung Usaha yaitu KLIK OK!

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi turut mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bentuk penyederhanaan sistem birokrasi. Wali kota yang akrab disapa Hendi ini juga berharap KLIK OK! dapat segera diterapkan di Pemerintah Kota Semarang, agar proses perizinan semakin cepat.

"KLIK OK! merupakan satu inovasi terkait penyederhanaan sistem birokrasi, diharapkan dengan aplikasi ini perizinan akan lebih cepat dengan adanya komitmen dari pemohon izin dan izin bisa paralel. Harapan Saya KLIK OK! ini bisa segera diterapkan di Pemerintah Kota Semarang dan dirasakan manfaatnya untuk kita semua baik masyarakat atau pun Pemerintah Kota Semarang sendiri," harap Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/4/2019).


Pengajuan perizinan di Kota Semarang sebelum ada KLIK OK! memang sudah melalui online. Prosedurnya dengan OSS dan SI IMUT pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP). Sebelum adanya KLIK OK, pemohon mendaftar ke OSS, dan kemudian OSS akan menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Selanjutnya, OSS memberitahu permohonan ke PTSP dan pemohon akan mendaftar dan memenuhi persyaratan. Setelah itu, PTSP akan memverifikasi dan menerbitkan izin daerah, lalu mengonfirmasi komitmen telah terpenuhi ke OSS.

Di lain tempat, Kasi Penerbitan dan Dokumentasi DPM PTSP Kota Semarang, Yudha Bhakti Diliawan menjelaskan bahwa sebelumnya izin Konstruksi yaitu IMB belum terkoneksi dengan sistem OSS dan SI IMUT. Menurutnya, saat ini pemohon IMB baru bisa mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Sesuai PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik adalah bahwa semua perizinan usaha wajib lewat OSS. Namun, untuk izin Konstruksi dalam hal ini izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum connect dan baru bisa mendapat nomor induk berusaha (NIB)," ungkap Yudha.

Hal tersebut yang mendorong DPM PTSP berinovasi menciptakan sistem atau aplikasi yang dapat memudahkan pemohon IMB Gedung Usaha, sekaligus memangkas waktu proses ijin menjadi lebih singkat.

Sehingga melalui KLIK OK! atau Kemudahan Layanan Izin Konstruksi Integrasi Online Single Submission (OSS) dengan Komitmen Investasi, dapat mengintegrasikan antara sistem Teknologi Informasi pada OSS dengan Teknologi Informasi berbasis SIMBG yang belum berjalan. Bahkan KLIK OK! sudah terintegrasi dengan SI IMUT dan OSS.


"Kalau dulu proses perizinan IMB Gedung usaha harus melewati proses hingga 8 bulan hingga IMB keluar, dan dapat mulai pelaksanaan pembangunan konstruksi, sekarang dengan inovasi ini cukup persetujuan konstruksi untuk membuat IMB cukup menghabiskan 3-4 bulan saja. Dan pelaksanaan pembangunan/ konstruksi sudah dimulai untuk kegiatan ringan/awal setelah terbit persetujuan konstruksi pada 18 bulan," papar Yudha.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed