DetikNews
Jumat 26 April 2019, 19:56 WIB

Disindir karena Dorong TPF Kecurangan, BPN: Tak Ada Hubungan Kalah-Menang

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Disindir karena Dorong TPF Kecurangan, BPN: Tak Ada Hubungan Kalah-Menang Sudirman Said (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan wacana soal Tim Pencari Fakta (TPF) Kecurangan Pemilu tak ada hubungannya dengan kalah atau menang. Bagi BPN, kalah-menang dan TPF kecurangan merupakan dua hal yang berbeda.

"Concern dan perhatian kami pada berbagai penyimpangan dan kecurangan yang cenderung mengarah pada TSM itu tidak ada hubungannya soal kita menang atau kalah. Ada orang yang tanya, 'Loh kan 02 udah klaim menang, kenapa ribut soal kecurangan?' Itu dua hal yang berbeda," kata Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).


Menurut Sudirman, meski pihaknya sudah mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres 2019 dan menunggu proses berikutnya, kecurangan tetap harus dibenahi untuk menjaga kualitas demokrasi dan kedaulatan masyarakat. Sudirman mengatakan seluruh parpol koalisi, ketua umum, sekjen, dan elemen pendukung sangat prihatin terhadap kecurangan di seantero negeri.

"Orang yang punya logika dan nurani tidak bisa menutup mata munculnya keanehan dan kejanggalan di seluruh Indonesia. Saya tegaskan 02 tidak menghubungkan antara kalah-menang dengan kecurangan," tegasnya.

"Apa pun hasil nantinya, soal-soal ini harus diangkat ke permukaan sebagai bentuk pertanggungjawaban kita sebagai pelaku demokrasi kepada rakyat pemilik kedaulatan. Itu sikap BPN," imbuh Sudirman.


Karena itulah, dikatakan Sudirman, pihaknya menyambut baik saat ada masyarakat sipil atau pihak independen yang mengusulkan pembentukan TPF. Menurutnya, akan baik jika ada tim independen yang bisa diberi akses untuk mencari fakta ke seluruh stakeholder.

"Diberikan akses ke KPU, Bawaslu, ke kepolisian, bahkan BIN. Karena kepolisian dan BIN dipersepsikan melakukan operasi-operasi yang menguntungkan salah satu paslon. Itu dirasakan masyarakat. Tapi kemudian kalau tidak bisa dibuktikan oleh TPF akan menjadi dugaan-dugaan yang tidak sehat," sebutnya.
(azr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed