DetikNews
Jumat 26 April 2019, 19:33 WIB

Kata BPN Prabowo soal Ketum Parpol Jarang Tampak di Kertanegara

Mochamad Zhacky - detikNews
Kata BPN Prabowo soal Ketum Parpol Jarang Tampak di Kertanegara Mardani Ali Sera (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Para ketua umum partai pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jarang datang ke kediaman capres nomor urut 02 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, setelah pencoblosan. Bahkan para ketum parpol itu absen dalam deklarasi kemenangan Prabowo.

Deklarasi kemenangan Prabowo pertama kali disampaikan di depan kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Para ketum parpol dan cawapres Sandiaga Uno tak hadir dalam deklarasi itu.



Pada malam harinya, Prabowo kembali mengklaim menang 62 persen berdasarkan hasil real count internal. Prabowo didampingi Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Eggi Sudjana, Yusuf Martak, serta Rahmawati Soekarnoputri. Sandiaga Uno kembali tak terlihat dalam jumpa pers itu.

Untuk ketiga kalinya, Prabowo kembali mengklaim kemenangannya pada Pilpres 2019. Kali ini Prabowo menyampaikan klaim kemenangan bersama cawapres Sandiaga Uno.

Deklarasi kemenangan dilakukan di kediaman Prabowo di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4). Sedangkan politikus yang ikut dalam jumpa pers di antaranya Waketum Demokrat Syarief Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Amien Rais, dan Rachmawati Soekarnoputri.



Sementara itu, Ketum PAN Zulkifli Hasan terlihat datang ke kediaman Prabowo pada Kamis (18/4). Zulkifli datang untuk ikut rapat internal bersama tokoh dan pimpinan parpol koalisi. Namun Zulkifli tak hadir dalam deklarasi kemenangan.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowi-Sandiaga, Mardani Ali Sera, menyebut para ketum parpol koalisi memiliki kegiatan tersendiri.

"Sebagian orang parpol memang sedang ingin memberi semangat para pejuang demokrasi," kata Mardani setelah mendampingi cawapres Sandiaga Uno di Gedung Senam, Jalan Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (26/4).



Mardani lalu menyinggung soal kesediaan relawan yang rela tak dibayar demi mengawal Pemilu 2019. Ketua DPP PKS itu menyebutnya sebagai politik partisipasi.

"Jadi teman-teman, Bang Sandi luar biasa, kenapa? Ada politik partisipasi sedang berlangsung di negeri ini. Mereka berhari-hari siap nggak dibayar, kadang-kadang pakai duit sendiri. Bang Sandi ini dan partai kami dan parpol pendukung koalisi Adil Makmur turun menyemangati karena ini mahal," papar Mardani.

Mardani menilai selama ini politik di Indonesia berjarak. Dia menyebut urusan kalah dan menang sudah ada yang 'mengatur'.

"Selama ini politik itu berjarak, dan sekarang ada politik partisipasi, rela berkorban. Kalah-menang sih ada di lauh mahfudz," jelasnya.

Mardani memastikan komunikasi di koalisi Prabowo-Sandiaga tetap terjalin. Bahkan, kata dia, lingkup internal koalisi menghargai hak masing-masing, termasuk soal interaksi dengan pihak di luar koalisi.

"Oh selalu (komunikasi terbangun). Kita di Indonesia Adil Makmur nggak baper kok, ketika kita berinteraksi di luar koalisi kita menghargai, masing-masing punya hak kok. Tetapi ikatan koalisi kita kuat," terangnya.
(zak/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed