DetikNews
Jumat 26 April 2019, 13:22 WIB

KIP: Situng KPU Pakai Teknologi yang Baik, Susah untuk Menyalahgunakan

Dwi Andayani - detikNews
KIP: Situng KPU Pakai Teknologi yang Baik, Susah untuk Menyalahgunakan Komisioner KIP Romanus Ndau dan Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Komisi Informasi Pusat RI (KIP) menyambangi kantor KPU RI. Kedatangan KIP untuk melakukan pengecekan server dan sistem IT.

"Kami udah cek server, mencek tenaga-tenaga yang digunakan dan semua ada di sini dan saya kira ini menunjukkan bangsa ini berdaulat dan KPU sangat berdaulat," ujar komisioner KIP Romanus Ndau di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).



Romanus mengatakan, sistem layanan informasi yang digunakan KPU menggunakan sistem yang modern. Lewat sistem teknologi itu, Romanus mengatakan informasi lebih cepat dipantau masyarakat.

"KPU ini memiliki sistem layanan informasi yang modern, penggunaan teknologi terbaru yang memungkinkan informasi cepat dipantau dan dijabarkan oleh masyarakat. Jadi itu salah satu ukuran bahwa mereka mempunyai sistem informasi yang baik," kata Romanus.



Romanus menyebut dirinya juga memastikan kesiapan KPU dalam merespons kecurigaan masyarakat. Dia percaya KPU dapat mewujudkan pemilu yang kuat.

"Saya sudah tanyakan bagaimana mekanisme merespons dugaan-dugaan, kecurigaan hingga ada laporan-laporan informasi dari publik dan kami udah lihat, mereka sudah tanggap. Bagaimana seluruh prasangka, seluruh misinformasi, dan lain-lain biasa ditangani KPU," kata Romanus.

"Sekali lagi ini adalah bukti dalam pandangan kami, KPU sangat layak dipercaya. Selain situng dibangun dengan teknologi yang baik, dan sumber daya yang baik antusiasme untuk pemilu sangat kuat, sehingga sekecil apapun keluhan orang untuk menyalahgunakan masalah itu sangat susah," sambungnya.



Pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya mengajak KIP melihat ruang informasi KPU. KIP juga disebut Arief mempertanyakan mengenai standar kelayakan penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Hari ini saya mengajak beliau untuk melihat bagaimana KPU menyediakan informasi itu, apa yang digunakan, siapa yang mengerjakan dan apakah ini sudah memenuhi standar kelayakan unsur sebuah informasi disampaikan kepada publik," tuturnya.


Simak Juga 'Update Real Count Pilpres 2019!':

[Gambas:Video 20detik]


(dwia/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed