DetikNews
Jumat 26 April 2019, 12:53 WIB

Relawan Ma'ruf Amin Gelar Tasyakuran atas Keberhasilan Pemilu

Eva Safitri - detikNews
Relawan Maruf Amin Gelar Tasyakuran atas Keberhasilan Pemilu Tasyakuran Relawan Arus Baru Indonesia (Foto: Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Relawan Arus Baru Indonesia (ARBI) menggelar tasyakuran atas tercapainya pemilu damai. Acara ini juga sekaligus mensyukuri hasil quick count beberapa lembaga survei dan real count KPU yang mayoritas hasilnya mengunggulkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Jadi memang amanat dari KH Ma'ruf, ini kan temen-temen relawan dan jaringan Ma'ruf Amin. Amanatnya itu yang kita lakukan adalah syukuran pilpres aman dan damai. Sampai pelaksanaan 17 April itu kan tidak ada kerusuhan, dalam artian ya aman dan damai lah," ujar Ketua ARBI Lukmanul Hakim di lokasi syukuran di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

Relawan Ma'ruf Amin Gelar Tasyakuran atas Keberhasilan PemiluLukmanul Hakim (Foto: Eva Safitri/detikcom)

"Lalu secara quick count, 01 itu menang, dan real KPU juga masih unggul tapi kan kita tetap menunggu KPU. Ini juga sekaligus kabar baik bahwa kabar baiknya quick count itu adalah 01 unggul, dan real KPU unggul tentu itu harus disyukuri. Kan setiap kecil kabar baik itu kan harus disyukuri," lanjut Ketua MUI Bidang Ekonomi itu.


Lukman mengingatkan para relawan agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang dilontarkan oleh kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seperti akan terjadi pengerahan masa atau people power. Ma'ruf, kata Lukman, tidak ingin relawannya ikut serta dalam aktivitas tersebut, karena dapat merusak anak bangsa.

"Karena ketika terjadi pengerahan massa dan 02 juga melakukan pengerahan masa misalnya isu people power. Itu kita 01 juga punya massa ketika ketemu massa dan massa yang berbenturan kan massa dengan massa, dan itu adalah anak bangsa. Itu yang dia khawatirkan, ketika itu terjadi maka kerugian besar bagi bangsa Indonesia," ucapnya.


Oleh karena itu, Lukman meminta seluruh pendukung tetap sabar menunggu rekapitulasi perhitungan suara KPU selesai.

"Pemilu itu kan sudah selesai, kita serahkan saja pada KPU. Serahkan saja ada mekanisme yang berlaku secara konstitusional, jangan ada KPU tandingan atau Bawaslu tandingan," sebut Lukman.


Simak Juga 'Update Real Count Pilpres 2019!':

[Gambas:Video 20detik]


(eva/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed