DetikNews
Jumat 26 April 2019, 10:29 WIB

Kelelahan, Petugas KPPS di Maros Sulsel Diopname

M Bakrie - detikNews
Kelelahan, Petugas KPPS di Maros Sulsel Diopname Petugas KPPS dirawat di puskesmas. (Bakrie/detikcom)
Maros - Miftahuddin (24), seorang petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan, terpaksa dilarikan ke puskesmas. Dia diopname setelah bertugas selama 5 hari penuh di proses perekapan kecamatan.

Miftahuddin, yang merupakan anggota divisi teknis di PPK Maros Baru, ditemukan dalam keadaan menggigil di sekretariatnya saat proses rekapitulasi yang terus dikebut hingga pukul 03.00 dini hari. Beruntung, sekretariat PPK hanya berjarak 100 meter dari puskesmas, sehingga ia langsung dibopong ke sana.

"Saya temukan dia sudah dalam keadaan meringkuk di sekret saat rekapitulasi. Ini sudah ketiga kalinya dia tumbang. Sebelumnya, dia itu pingsan saat distribusi logistik. Dia disuruh istirahat, tapi selalu kembali bekerja," kata Ketua PPK Maros Baru, Akhmad, Jumat (26/4/2019).


Bagi sesama anggota PPK, Miftahuddin dikenal sebagai seorang pekerja keras dan sangat bertanggung jawab. Bahkan, saat ia dibutuhkan di divisi lain, ia tidak pernah menolak dan mengerjakannya dengan penuh tanggung jawab meskipun ia berkali-kali tumbang akibat kelelahan.

"Kami sering larang dia masuk dan beristirahat di rumahnya sampai sembuh. Tapi selalu dia tolak karena dia sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Dia juga selalu membantu divisi lain kalau dibutuhkan," lanjutnya.

Saat ini Miftahuddin masih terus menjalani perawatan di Puskesmas Maros Baru. Ia mengaku sudah dalam keadaan baik setelah diinfus cairan sejak dini hari tadi. Dia berharap bisa segera pulih dan kembali melanjutkan tanggung jawabnya.

Menurutnya, tugas yang ia emban ini bukan sekadar mendapatkan honor yang hanya sebesar Rp 1,6 juta per bulan dengan kontrak selama 9 bulan. Tapi lebih pada tanggung jawab besar yang ia telah pilih dengan keinginannya sendiri.

"Kalau dari honor memang tidak sebanding. Tapi bukan karena itu. Ini semata-mata tanggung jawab yang saya emban. Saya merasa bersalah kalau tidak menunaikannya dengan baik. Kondisi saya sudah mulai membaik, mungkin besok sudah bisa bertugas lagi," kata Miftahuddin saat ditemui detikcom.

Untuk di Maros, sudah ada 26 orang petugas TPS maupun PPK yang tumbang dalam bertugas akibat kelelahan. Sementara untuk petugas pengawas TPS sebanyak 6 orang. Mereka ada yang dirawat di rumah sakit, ada juga yang hanya dirawat jalan.


Hingga kini, proses rekapitulasi masih terus berjalan. Dari 14 kecamatan, baru 5 kecamatan yang sudah selesai. Keterlambatan disebabkan formulir yang harus diisi oleh PPK sangat banyak dan menguras tenaga, sehingga proses perampungan rekapitulasi tidak selesai sesuai dengan target.

"Baru ada lima kecamatan yang selesai, sisanya masih terus kita kebut. Terlambatnya disebabkan formulir yang harus diisi oleh PPK sangat banyak dan menguras tenaga, sehingga proses perampungan rekapitulasi tidak selesai sesuai target," kata ketua KPU Maros Syamsul Rizal.



Simak Juga 'Perjuangan Mengawal Hajatan Lima Tahunan yang Melelahkan':

[Gambas:Video 20detik]


(rvk/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed