DetikNews
Kamis 25 April 2019, 19:43 WIB

'Kuliti' Klaim Kemenangan Prabowo, TKN Dapat File dari Medsos

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Kuliti Klaim Kemenangan Prabowo, TKN Dapat File dari Medsos Lukman Edy (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menguliti klaim kemenangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan menyebut sampel yang diambil tak representatif. Dari mana TKN tahu sampel yang diambil kubu Prabowo?

"Kita dapat file-nya itu dari sosial media, tapi sekarang sudah hilang itu barang, mungkin semenjak kita rilis, kemudian dianggap itu membahayakan, maka itu dihilangkan," kata Direktur Saksi TKN Lukman Edy kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).


Lukman mengatakan pihaknya sudah mengopi file itu. File itu, kata Lukman, berisi data perolehan suara di sejumlah TPS. Data itu lalu dianalisis.

"File-nya masih ada sama saya, masih ada sama saya, banyak sekali. Ini memang pekerjaan tersendiri bagi kita untuk mengupas satu per satu, karena file-nya ini berdasarkan TPS-TPS," beber politikus PKB ini.

"Nah bagi kita, penting data seperti ini, karena yang 62% kemenangan pihak 02 yang disampaikan jam 05.00 WIB sore tanggal 17 (April) dan dinyatakan sebagai C1 yang terkumpul 40%, itu isinya kebohongan," ujarnya.


TKN membedah data suara TPS yang didapat dari medsos itu dicocokkan dengan klaim 62% kubu Prabowo. "Sebenarnya 62% itu didukung data seperti apa sih? Nah itulah yang kemudian kami rilis hari ini dan 2 hari belakangan ini," ujarnya.

Hari ini, data yang 'dikuliti' TKN adalah klaim kemenangan kubu Prabowo di Jawa Tengah dan Sulawesi Utara. Kubu Prabowo, kata Lukman, mengklaim kemenangan di Jateng sebesar 64,9%.

"Kita trace, ternyata hanya 105 TPS dan itu juga TPS yang mereka menang saja. TPS yang kalah dibuang, sehingga kemudian menjadi 64,9 persen. Kami dibilang hanya 35 persen. Jadi ternyata apa yang mereka sampaikan kemenangan itu kalau kita sisir, kita bongkar, di Jawa Tengah itu bohong belaka," bebernya.

Sementara itu, soal Sulut, Lukman menyebut kubu Prabowo hanya mengambil sampel dari 1 TPS. Dia menyebut BPN melakukan kebohongan luar biasa.

"Pihak sebelah klaim menang di Sulawesi Utara sebanyak 57 persen, ternyata hanya ada satu TPS di dalam data mereka. Klaim kemenangan 57 persen hanya dari satu TPS saja, saya kira ini sebuah kebohongan yang luar biasa dalam rangka untuk mempengaruhi opini publik," ujar Lukman.
(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed