DetikNews
Kamis 25 April 2019, 19:37 WIB

KAI Minta Maaf atas Jawaban Petugas ke Mahasiswi Korban Pelecehan

Idham Kholid - detikNews
KAI Minta Maaf atas Jawaban Petugas ke Mahasiswi Korban Pelecehan Foto: Ilustrasi pelecehan seksual. (Ilustrator oleh Edi Wahyono)
Jakarta - Mahasiswi yang mengalami pelecehan seksual dalam perjalanan kereta api Jakarta-Surabaya mengaku mendapatkan jawaban yang tak pantas oleh petugas kereta. KAI melakukan pembinaan terhadap petugas tersebut dan menyampaikan permohonan maaf.

"Ironisnya, security kereta malah mengatakan 'ah biasalah mbak, namanya juga cowo. Mending kita omongin baik-baik, dia pelanggan, saya harus jaga privasinya. Lagi pula, mbaknya terlihat seperti anak karokean, bukan anak baik-baik, jelas aja dia berani'," kata perempuan itu dalam akun Twitter-nya, Selasa (23/4). Dia menirukan pernyataan petugas kereta api yang menerima aduannya.


VP Public Relations PT KAI Edy Kuswoyo tengah mengkroscek kepada petugas tersebut mengenai jawaban si petugas itu. Meski begitu, KAI tetap meminta maaf kepada mahasiswi tersebut.

"Perihal itu nanti kita lakukan pembinaan petugas terkait ya, kemudian kita evaluasi juga kejadian tersebut agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, semoga ini kejadian terakhir lah ya," kata Edy saat dihubungi detikcom, Kamis (25/4/2019)

Edy mengatakan PT KAI turun prihatin atas kejadian itu. PT KAI berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

"PT KAI turut prihatin atas kejadian tersebut, kemudian PT KAI mohon maaf apabila ada petugas yang mungkin tidak berkenan, PT KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, yang mungkin jawaban dari petugas PT KAI yang tidak berkenan," ujar Edy.

Edy Kuswoyo sebelumnya memberi penjelasan soal pengakuan pelecehan seksual itu itu. Edy menegaskan kasus itu sudah diselesaikan.

"Menanggapi tweet dari akun yang menyatakan dirinya telah dilecehkan oleh penumpang lainnya saat ada di dalam KA Sembrani no 48 dengan rute Gambir-Surabaya Pasar Turi keberangkatan Senin, 22 April 2019, KAI menegaskan bahwa kejadian tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak korban dan pelaku," kata Edy.


Edy mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/4) sekitar pukul 02.00 WIB atau 30 menit setelah KA Sembrani melewati Stasiun Semarang Tawang. Penumpang tersebut melaporkan penumpang di sebelahnya yang telah melakukan pelecehan kepada dirinya saat sedang tertidur.

"Korban dan pelaku sudah kami pertemukan pada saat di kereta makan. Pelaku sudah meminta maaf dan keduanya sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan dan tidak akan memprosesnya lebih lanjut disaksikan oleh Kondektur dan Polsuska yang bertugas," ujarnya.

Setelah diselesaikan, lanjut Edy, pelaku akhirnya turun di Stasiun Cepu sekitar pukul 03.34 WIB.
(idh/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed