DetikNews
Kamis 25 April 2019, 18:16 WIB

Slamet Ma'arif Sampaikan Temuan Relawan PA 212 soal Dugaan Kecurangan ke BPN

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Slamet Maarif Sampaikan Temuan Relawan PA 212 soal Dugaan Kecurangan ke BPN Slamet Ma'arif (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Slamet Ma'arif, hadir dalam pertemuan yang dipimpin Ketua BPN Djoko Santoso. Slamet menyampaikan perkembangan terkait temuan dugaan kecurangan yang terjadi di lapangan.

"Iya, rapat BPN. Tadi kami, ulama-ulama, ketemu dengan Ketua BPN untuk sharing aja dan perkembangan di lapangan, terutama masifnya kecurangan-kecurangan yang ada. Kami berikan masukan kepada Ketua BPN," ujar Slamet di kantor BPN, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).


Slamet melaporkan temuan dari relawan di berbagai daerah. Menurutnya, saat ini sudah ada lebih dari 100 laporan dugaan kecurangan yang masuk.

"Udah di atas 100 dan terus berjalan laporan itu masuk. Kami koordinasikan dengan BPN," ucapnya.

Temuan dugaan kecurangan yang didapat relawan, menurut Slamet, misalnya DPT bermasalah, kertas suara tercoblos, masalah penghitungan suara, hingga kejanggalan di TPS seperti yang diunggah di media sosial. Slamet mengatakan Djoko Santoso mendengarkan semua masukan itu.

"Yang jelas, kami di bawah udah instruksikan kepada relawan 212 untuk melaporkan segala bentuk kecurangan di lapangan kepada tim pelaporan kami, dan kami godok dan pelajari, lalu dilaporkan BPN ke Bawaslu," jelas Slamet.

"Nah, sementara itu ketika di daerah-daerah itu ada yang bisa dilaporkan ke Bawaslu daerah, kami instruksikan bisa laporkan ke Bawaslu daerah bentuk kecurangannya. Artinya, bentuk kecurangan yang terlihat masif dan terorganisir ini harus diselesaikan dengan hukum yang ada," imbuhnya.

Menurut Slamet, sistem IT untuk tabulasi milik relawan 212 disatukan dengan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Kopassandi). Hal itu disebutnya untuk memperkuat laporan secara resmi.

"Kalau sistem IT kami satukan dengan Kopassandi, termasuk ketika penjaringan untuk saksi kami gabungkan dengan Kopassandi. Lalu bentuk internal ada, tapi nggak dipublikasikan. Untuk perkuat laporan secara resmi," ungkap Slamet.

Bawaslu Minta Temuan Dugaan Kecurangan Dilaporkan

Bawaslu menyarankan pihak yang menemukan pelanggaran segera melapor ke Bawaslu. Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menegaskan Bawaslu siap menuntaskan masalah yang terjadi di Pemilu 2019.

Rahmat Bagja menegaskan penanganan terkait kecurangan pemilu merupakan kewenangan Bawaslu.

"Ya kalo ada pelanggaran silakan aja lapor Bawaslu," ucapnya.
(azr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed