DetikNews
Kamis 25 April 2019, 17:55 WIB

Sekjen KONI Disebut Beri Rp 300 Juta ke Muktamar, Ini Kata PBNU

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sekjen KONI Disebut Beri Rp 300 Juta ke Muktamar, Ini Kata PBNU Robikin Emhas (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengaku tidak tahu-menahu terkait uang Rp 300 juta yang disebut diberikan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy untuk Muktamar NU di Jombang. PBNU meminta penjelasan terkait orang yang menerima uang itu.

"Kita tidak tahu itu, harus diperjelas itu kepada siapa, kalau benar itu, kepada siapa diberikan, harus jelas orangnya," kata Ketua PBNU Robikin Emhas saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).


Robikin mengatakan penerima uang dari Sekjen KONI itu harus dipastikan keanggotannya di PBNU dan Muktamar. Jangan sampai, menurut Robikin, uang itu menjadi fitnah bagi warga Nahdliyin.

"Orangnya itu apakah betul dia adalah panitia yang punya kewenangan itu. Karena tidak semua panitia mempunyai kewenangan meminta atau menerima uang dari pihak lain. Atau jangan-jangan orang mengaku panitia. Atau mengaku-ngaku NU, makanya harus jelas. Jangan sampai NU dan panitia Muktamar mendapat fitnah," ujar Robikin.


Robikin kemudian mempertanyakan waktu kejadian tindak pidana suap dana hibah Kemenpora dengan pelaksanaan Muktamar NU. Dia menyebut ada perbedaan waktu yang cukup jauh.

"Setahu saya itu kasus itu tahun 2018, Muktamar itu tahun 2015. Masuk akal nggak? Jadi secara tempus delicti-nya dari waktu kejadian tindak pidana suap-menyuap itu terjadi, itu tidak mungkin karena kasus suap 2018, sementara Muktamar tahun 2015," ujarnya.

Jika uang itu benar diberikan, menurut Robikin, penerima sumbangan tak mungkin menanyakan asal-usul uang yang diterima.

"Andai kata benar, tapi tidak benar kan. Andai kata ada sumbangan pada saat itu, maka penerima sumbangan nanya dulu itu uang apa yang kalian sumbangkan? Sampeyan kalau minta sumbangan ke saya terus saya sumbang, sampeyan itu nanya ke saya, kiai ini uang apa? Kan nggak mungkin begitu," ujarnya.

Sebelumnya, dalam sidang suap dana hibah, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy disebut pernah memberikan uang Rp 300 juta untuk Muktamar NU di Jombang. Uang tersebut berkaitan dana hibah KONI ke Kemenpora.

Dalam perkara ini, Ending Fuad Hamidy didakwa memberikan suap Rp 400 juta kepada Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana serta dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. Pemberian suap ditujukan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.
(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed